Archive for September, 2006

Red Sky, Windy and Tears

[
Marahkah langit denganku?
Hingga menampakkan nyala yang sembilu.
Bukan ini yang kumau.
Cerah dan merona.
Tidak merah dan marah.
Aku tahu aku salah, tapi bukan dengan menghempas caranya.
...
Apa yang ingin diterbangkan angin?
Dengan tiupan yang membuatku tergugu.
Kencang, menghembus, dan menerbangkan sisa-sisa harapanku dalam seminggu.
...
Siluet berjalan hening. Perlahan tanpa arah. Tatapan kosong, dan tak merasa berpijak.
Mungkinkah angin yang menerbangkan hatinya.
Hingga dentuman keras [...]

Continue reading »