[
Marahkah langit denganku?
Hingga menampakkan nyala yang sembilu.
Bukan ini yang kumau.
Cerah dan merona.
Tidak merah dan marah.
Aku tahu aku salah, tapi bukan dengan menghempas caranya.
...
Apa yang ingin diterbangkan angin?
Dengan tiupan yang membuatku tergugu.
Kencang, menghembus, dan menerbangkan sisa-sisa harapanku dalam seminggu.
...
Siluet berjalan hening. Perlahan tanpa arah. Tatapan kosong, dan tak merasa berpijak.
Mungkinkah angin yang menerbangkan hatinya.
Hingga dentuman keras pun membuatnya mati rasa.
Lalu... air mata.
Tidak ada yang salah dengan air mata.
Ia bukan langit merah dan tiupan angin yang mengusik mata.
Bahkan, seseorang pernah berkata :
“Hati yang tak pernah tersentuh air mata adalah hati yang beku.”
]
Dua puluh delapan september dua ribu enam.
15:51 wib
081386****64
General mode : Airy.mid
00:51
“&8(#4!4&^%)”>~@$^*(+=|$%#%&”
Jika semua itu bisa kuhapus, ingin kuhapus semua dari ingatanku.
Bersama kenangan red sky, windy and tears.
Posted by Mona on September 30, 2006 at 5:21 am
Huhuhuhu…postingan perdana..
Hmmm…agak2 gak ngerti sih, tapi nampaknya lagi sendu..
Huhuhuhu…
Posted by ikram on October 1, 2006 at 12:07 pm
Halo Nanda.