Ketika saya masuk kuliah, seringkali saya diteriakkan oleh senior saya kalimat “yang penting proses, bukan hasil”. Terus terang hal itu bagi saya adalah sesuatu yang asing. Jarang terdengar sebelumnya.
Tentu saja, karena sedari kecil pendidikan di sekolah saya membiasakan untuk menjadikan nilai ujian sebagai patokan keberhasilan. Saya berhasil ketika saya juara kelas. Saya dikelompokkan di kelas orang-orang yang kemampuannya dianggap setara dengan saya. Yang pintar digabung dengan yang dianggap pintar dan yang kurang pintar dikelompokkan dengan yang dianggap kurang pintar. Alhasil saya pontang panting mencari cara untuk mengejar patokan nilai.
Adakah yang salah?
Tidak salah untuk berusaha jadi yang terbaik. Tidak salah menjadi seseorang yang ingin memenuhi standard yang sudah ditetapkan secara umum. Tidak salah untuk berusaha lebih agar tidak menjadi bagian dari kelompok si “kurang pintar”.
Yang salah adalah ketika usaha yang kita lakukan terkesan menghalalkan segala cara. Yang salah adalah ketika mengajak beramai-ramai orang melakukan keburukan dengan tujuan “demi memenuhi standard”. Yang salah adalah ketika kita menjadikan usaha yang buruk adalah hal biasa dan yang baik adalah hal yang harus dimusnahkan.
Seperti cerita yang ada di tautan ini:
http://www.surya.co.id/2011/06/10/ny-siami-si-jujur-yang-malah-ajur
Anggaplah saya tidak mengerti betapa sulitnya mengerjakan ujian nasional, sehingga saya mendukung penuh apa yang Bu Siami lakukan.
Tapi, pun saya bodoh, saya tahu kalau yang dilakukan Bu Siami seharusnya dipuji bukan dicaci maki. Kejujuran seharusnya mengucurkan keberkahan bukan kehancuran.
Ketika akhirnya saya mengemban pendidikan di “universitas hidup”, saya pun mengerti bahwa pada akhirnya proses yang baik akan menghasilkan yang baik. Proses buruk demi mendapat hasil yang dianggap baik secara instan, tentunya tidak akan bertahan lama. Toh, itu sesuatu yang sudah menjadi hukum alam.
Jika kamu berpendapat sama, mari dukung gerakan moral #IndonesiaJujur (http://bit.ly/IndonesiaJujur) dan biarkan jujur menjadikan berkah mengucur bukan hancur.
Pingback: #indonesiajujur: Suarakan dukunganmu akan kejujuran! | Bined
Aku suka kalimat
pada akhirnya proses yang baik akan menghasilkan yang baik. Proses buruk demi mendapat hasil yang dianggap baik secara instan, tentunya tidak akan bertahan lama
Itu sih Astra banget… *ngikik
Mari, saya dukung!
Saya ikut dukung. Minimal dilingkungan sendiri dulu. Sukses.
Top Mbak Nanda…..Geram banget sama masyarakat yg spt diceritakan dimedia..
Jujur, gampang diucapkan tapi belum tentu gampang dijalankan
Mulai dr diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari sekarang