Membagi Mimpi Besar

 I always enjoy playing with kids. Letting them explore new things is my favourite moment…

Foto di atas di ambil oleh mas Iman, teman baru yang jago foto dan saya kenal di @shoeboxproject.

Acara @shoeboxproject ini sudah lama saya tahu dan ingin saya ikuti. Tapi, beberapa kegiatan yang dilakukan sebelumnya selalu bentrok dengan kegiatan @childcanlead. Jadi, ketika saya sedang tidak ada kegiatan, saya langsung berminat untuk ikut.

Shoeboxproject ini sudah sampai ke kegiatan yang ke-7. Setiap bulannya akan ada kegiatan yang berbeda-beda. Untuk kegiatan ke-7 ini datang ke sebuah sekolah dasar di daerah Pedongkelan Jakarta Timur. Ini sekolah SD dari kelas 1-6, terdiri dari 2 ruangan kelas dan diajar oleh 2 orang guru. Bisa bayangkan bagaimana jadwal mereka belajar? :D

Hari Sabtu 2 April 2011 lalu, para volunteer datang untuk dibagi menjadi 2 kegiatan, renovasi gedung sekolah dan mengajak anak-anak belajar sambil bermain. Sekolah direnovasi dan diberi fasilitas misal kipas angin dan rak buku. Tim lainnya menemani anak-anak bermain sambil belajar. Sebelumnya, anak-anak diberi “Pe-er” untuk menuliskan mimpi mereka, lalu saat kami datang kami minta mereka untuk menceritakan ulang.

Ada salah satu anak, yang tulisannya berjudul “Musibah Membuat Tidak Bisa Sekolah”. Saat saya membaca sekilas judulnya saja saya merasa sedih. Anak-anak diajak “bermimpi”, namun yang mereka terpikirkan kok ya seperti itu. Apakah mereka sudah kehilangan pengetahuan mengenai “mimpi yang menakjubkan” atau “mimpi mendapatkan kesuksesan”? Entahlah…

Tapi, saya tetap optimis, suatu saat semua anak Indonesia akan punya mimpi besar. Mimpi yang menunjukkan bahwa mereka ingin sukses.

Bagi kita yang “sudah” mempunyai mimpi besar, bisa membantu mereka menginformasikan hal-hal baru. Membiarkan mereka eksplor banyak hal sehingga mereka punya pengetahuan yang lebih luas.

Melakukan kegiatan untuk membagi sedikit mimpi-mimpi besar kita untuk mereka…

Kegiatan serupa Shoeboxproject atau ChildCanLead lah yang bisa membantu mereka mewujudkannya. Dan kita semua-lah yang bisa membantu mewujudkan itu :)

I feel like I’m falling in love again

“If u want to feel happiness, simply falling in love. I think I’m falling in love again”

Sulit tidur, perasaan pengen ketemu terus dan selalu pengen berdekatan biasanya jadi ciri-ciri orang yang jatuh cinta. Ini yang saya rasain sekarang. Saya tadi tidur jam 10 malam, jam 1 pagi saya terbangun karena merasa hari ini belum membuat progress banyak pada children education project ini.

Begitu saya terbangun, ada mention dari Mbak Ollie begini:

Shukla Bose: Teaching one child at a time http://on.ted.com/8sTq cc@inandatiaka

Wow… she’s very a great mentor! Nggak ngelepasin saya begitu aja lohhh J

Lalu, saya bangun dan langsung nonton. Speaker di video TED itu adalah Shukla Bose. Dia mengajarkan pendidikan di slum area. Intisari yang saya dapat di video itu di antaranya adalah berikan pendidikan berkualitas dan harus yakin kalau mereka juga bisa mengikuti pendidikan dengan kurikulum berkualitas itu. Saya juga lihat semangat bahwa berubah itu bisa dilakukan, jika kita percaya.

Selain video itu, saya akan explore lebih banyak. Seperti yang Mbak Ollie bilang, cari referensi sebanyak-banyaknya. Jadi, salah satu langkah yang akan saya lakukan setiap hari adalah menonton video atau membaca tulisan inspiratif setiap harinya, yang related dengan project yang akan saya lakukan. Ini akan sangat membantu saya mendetailkan outline yang sudah saya buat.

Video lain yang saya tonton adalah Kiran Bir Sethi teaches kids to take charge http://on.ted.com/8sWE. Videonya menceritakan bagaimana menularkan prinsip “You Can “. Mentransformasikan  prinsip “teacher do” menjadi “Children do”. Membiarkan anak-anak untuk tidak takut melakukan sesuatu.

Ohya, saya ngerjain PeeR dari Mbak Ollie loh *mentee yang baik*. Yang saya buat adalah outline dengan prinsip 5W1H. Metode 5W1H ini membantu saya mendefinisikan inti dari project ini dengan baik. Tapi,masih perlu di detailkan lagi setiap pointnya.

Sedikit bocoran, project yang saya buat ini keywordnya adalah”leadership”, “book and sharing”, “creating smiles” and “going thousand miles”.

Dari keywords-nya juga sudah ketahuan ini akan pakai buku sebagai salah satu media-nya. Jadi, untuk teman-teman yang berminat untuk membantu project ini, salah satunya adalah dengan menyumbangkan buku-buku. Jangan takut untuk menyumbang jenis buku apapun, sejauh buku tersebut bisa memberikan pengetahuan yang positif  :) Silahkan contact saya di email inandatiaka[at]gmail.com.

Nggak cuma buku, kalau teman-teman punya minat yang sama, punya ide apapun terkait dengan children education in Indonesia, mari kita diskusi. Bisa lewat komen di blog, email saya tadi, atau lewat twitter saya di @inandatiaka.

Ini memang baru hari pertama, tapi saya yakin, langkah-langkah kecil yang saya buat setiap harinya akan menjadi dasar yang kuat buat saya untuk mencapai thousand miles ;)

Ahya, terkait children education juga, hari ini saya pergi ke RS Dharmais buat bertemu dengan salah satu pengurus Yayasan Pita Kuning. Honestly saya belum bisa cerita banyak tentang ini karena belum terjun langsung. Hari ini saya baru berdiskusi seputar kegiatan dan beberapa cerita tentang bagaimana handling anak penderita kanker.

Salah satu cerita yang buat saya tersentuh adalah ketika salah satu anak, namanya Aji,  anak kecil penderita kanker yang sudah 2 kali mengalami perawatan (seharusnya anak bisa diobati dengan cukup 1 perawatan saja) bilang begini kepada dokternya:

“Dokter, jangan pernah menyerah untuk mengobati saya ya Dok..”

Hmmm… anak kecil penderita kanker dengan tingkat risiko tinggi seperti dia aja bisa menyemangati dokter untuk tidka berhenti menyerah. Saya jadi malu dengernya. Sering mudah menyerah kalau melakukan apapun.

Ahhh…  saya rasa saya sedang jatuh cinta dengan project ini. Jam segini aja belum tidur :)

Kamu, sedang jatuh cinta pada apa?

;)

Famday lagi nih!

Di cerita saya tentang Family Day tahun kemaren, bisa dilihat betapa kemaruknya saya. Jadi panitia, jadi pengisi acara, dapat doorprize pula.

Tahun ini, saya nggak kemaruk kayak tahun kemaren. Saya nggak jadi panitia lagi, pengisi acara juga nggak. Berminat untuk main-main juga nggak.  Cuma dua dari sekian banyak wahana di Dufan yang saya naiki. Masih bawaan lemes karena sakit yang saya ceritain itu. Bahkan, sesi narsis juga nggak ada. Saya nggak punya dokumentasi foto saya di Famday tanggal 27 November ituh :(

Lalu, apa kerjaan saya di acara seharian itu? Saya cuma bantuin sepupu dan teman-teman saya yang jadi pengisi acara. Mereka jadi dancer. Bantuinnya juga dikit-dikit, nabur-nabur glitter waktu persiapan, dan tentunya moto-motoin pas mereka nampil. Berharap sedikit foto jepretan saya bisa buat mereka seneng! Ini beberapa  fotonya…

Tapi, nggak kemaruk bukan berarti saya nggak dapat apa-apa. Jadi panitia enggak, jadi pengisi acara juga enggak, bukan berarti saya nggak dapet doorprize kan?;)

Yup! Alhamdulillah saya menang lagi! Dapet juicer, sama persis seperti yang saya inginkan beberapa waktu belakangan ini. Sama banget. Sangat sama dengan yang saya idam-idamkan selama ini! Selama ini saya tangguhkan karena saya lebih memilih untuk beli barang yang lebih penting. Rencananya, bulan Desember ini saya mau beli. Tapi, Allah kasih saya dengan cara yang berbeda. Allah Maha Baik yaaa… :) :) :)

Btw, ada cerita dibalik doorprize ini.

Jadi, sehari sebelumnya saya sudah bilang sama teman-teman “Do’ain ya.. mudah-mudahan besok menang dapet Juicer“. Terus, pas hari-H penarikan doorprize, saya nggak ada di tempat. Sibuk bantuin temen-temen dancer. Pas balik ke acara, manager HRD saya bilang.. “Nanda, dapet hadiah ya?” Saya cuma bengong lalu jawab kalau saya nggak tahu.

Trus Diana bilang kalau saya dapet Happy Call. Itu tuh si panci penggorengan ajaib itu.  Temen-temen yang lain bilang juga kalau saya dapet Happy Call. Saya seneng-seneng aja, la wong dapet gratis apa aja saya terima :) Cuma hadiahnya nggak bisa diambil hari itu juga, harus tunggu hari senin.

Temen saya yang tau saya dapet penggorengan dan tahu saya pengennya juicer akhirnya bilang penggorengannya buat dia aja. Saya bilang, iya saya jual aja, saya mau beli juicer. Sabtu itu, kita nego harga sampe malem. Karena dia mau harga rendah yang saya tahu nggak cukup buat beli juicer idaman. Sudah hampir pagi akhirnya saya bilang “Entar lihat senin aja ya, saya juga nggak tahu dapet apa nggak, waktu diumumin saya nggak di tempat”. Negosiasi ditangguhkan.

Hari seninnya saya dapet kabar,  saya nggak dapet Happy Call seperti yang digosipin sebelumnya, tapi dapat hadiah Juicer! Wuiiihhh… langsung senengnya bukan main.

Temen saya itu jadinya gimana? Hari ini saya lihat dia sudah pesan langsung tuh si Happy Call-nya :D Yah, mungkin belum berjodoh sama saya untuk bertransaksi.

Jadi, kesimpulan dari Family Day kali ini apa?

“It is not how much we have, but how much we enjoy, that makes happiness.”

Charles H. Spurgeon