Red Sky, Windy and Tears

[
Marahkah langit denganku?
Hingga menampakkan nyala yang sembilu.
Bukan ini yang kumau.
Cerah dan merona.
Tidak merah dan marah.
Aku tahu aku salah, tapi bukan dengan menghempas caranya.

Apa yang ingin diterbangkan angin?
Dengan tiupan yang membuatku tergugu.
Kencang, menghembus, dan menerbangkan sisa-sisa harapanku dalam seminggu.

Siluet berjalan hening. Perlahan tanpa arah. Tatapan kosong, dan tak merasa berpijak.
Mungkinkah angin yang menerbangkan hatinya.
Hingga dentuman keras pun membuatnya mati rasa.
Lalu… air mata.

Tidak ada yang salah dengan air mata.
Ia bukan langit merah dan tiupan angin yang mengusik mata.
Bahkan, seseorang pernah berkata :
“Hati yang tak pernah tersentuh air mata adalah hati yang beku.”
]

Dua puluh delapan september dua ribu enam.
15:51 wib
081386****64
General mode : Airy.mid
00:51
“&8(#4!4&^%)”>~@$^*(+=|$%#%&”

Jika semua itu bisa kuhapus, ingin kuhapus semua dari ingatanku.
Bersama kenangan red sky, windy and tears.

2 thoughts on “Red Sky, Windy and Tears

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s