Sekelumit cerita tentang NOVEL dan AKU

Hari ini kebangun siang, dengan sujud subuh hampir diawasi mentari. Untungnya sinarnya masih malu-malu, jadi masih bisa leluasa. Dimulai dengan membuka gordyn, memberi kesempatan sinar malu-malu semakin berani untuk menantang kamarku. Mengalirkan segarnya semilir yang menjadi properti nafasku.  

Alhamdulillah… masih satu kesempatan lagi yang akan ku rajut. Semoga saja bisa sampai akhir hari. Rebah lagi, menyambung sisa-sisa lelah yang semalam hampir terlepas semua.

Mengambil ponsel,

Tuk tak,,,Tik tuk,,,

125 karakterSent! 

Letakkan ponsel, raih satu buka yang tergeletak. Semalam hanya sempat kata pengantar yang terbaca. Satu bagian favorit dari buku, selain bulan dan tahun buku itu terbit [Identitas penting bagiku]  Kamu sadar, saya punya alasan untuk selingkuh ‘kan sayang?

,,,a novel

          by Tamara geraldine

 à i do like her, she’s great.

          recommended by my cousin last nite.

 à hmm,, bukan karena aku berselingkuh kan? 

Mulailah petualanganku.Bahasanya lugas. Benar-benar mensuarakan apa yang ingin disuarakan. Hatiku bisu. Menanggapi kumpulan cerpen yang isinya perselingkuhan ini. Dalam 1 jam, hanya tiga cerpen yang mampu kulahap. Lalu aku berhenti. Menyerah. Bukan karena isinya yang menohok hatiku. Toh, aku tak berselingkuhBukan karena puisi yang terselip diantarnya. Nyata-nyata aku menyukai puisi, aku lebih mengerti puisi dibanding hamparan kalimat utuh. 

Tapi, karena perseteruan di dalamnya. Membuat kepalaku chaos. Aku tidak suka konflik. Membuatku pening tak berkesudahan. Buatku, cukup hidup saja yang pelik. Jangan novel ikut-ikutan pelik. [satu alasan mengapa aku benci membaca] Sesaat ponsel ku mengeluarkan bunyi. Dan,,,“ that’s so sweet. Do’ain ya,,,”

à a replied by someone,,, di belahan pulau ini. 

Tuh kan, hidup saja bisa manis. Mengapa merangkai kata begitu sulitnya hingga membuat orang harus berpikir keras. Menebar konflik dan membuat penat. [Maaf, ya mbak Tamara,,,bukan menyalahkan novel anda. Ini hanya akumulasi kekesalan ku saja pada hidup]  Semangkuk cereal mungkin bisa menenangkanku. Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion

,,, a novel

          by Syahmedi Dean

 à      jujur, awalnya aku tak tahu dia siapa

           not recommended by anyone

 à kutemukan sendiri di Gramedia Jl. Kolonel Atmo.Palembang 

Mulailah petualanganku.Bahasanya lugas. Benar-benar mensuarakan apa yang ingin disuarakan.

Hatiku segar bisu. Menanggapi novel  kumpulan cerpen yang isinya persahabatan  perselingkuhan ini. Dalam 1 jam, banyak chapter  hanya tiga cerpen yang mampu kulahap. Lalu aku berhenti. Menyerah. karena isinya yang  menarik dan lugas bagiku. Dan yang terpenting : lebih nyata dan real. Tanpa konflik. Hanya menghantarkan kesegaran. Dengan deadline-deadline yang dipaparkan, terasa sangat dekat dengan hidupku. Membuat aku bersemangat. 

Tiba-tiba mengalir dari benakku. Novel apa yang kusuka?Aku tidak suka Harry Potter atau Eragon seperti kebanyakan orang. Itulah yang kutahu. Yang membuatku merasa asing diantara para maniak buku. Aku  suka novel yang banyak orang tak tahu.  Sehingga aku punya cerita sendiri.Aku suka novel yang dekat denganku. Sehingga aku bisa merasakan, bukan mengawang-awang. Aku ingin “melihat”  bukan meraba.   Oh ya, satu novel yang recommended…“Hafalan sholat Delisha”Baca,,, dan rasakan. That’s cool!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s