Perjodohan

Rabu, 5 Maret 2007

07:32am

“kak, bsk plg bs kan?

Sender: Daddy 

07:38 am

“kak, bsk daddy plg. K2 ikt y, ktm daddy di bndra aj. Kl ok, tkt mau di book”

Sender: mama 

Kedua sms itu benar-benar memaksa mataku membuka dengan sempurna.Di hari-hari lain dalam waktu yang sama mataku masih saja rapat. Malas! Mau tak mau sms itu membuatku bertanya-tanya. Kenapa harus pulang? Kenapa juga mendadak? Pulang adaah hal yang biasa saja sebenarnya, tapi enatah kenapa aku benar-benar sedang malas keluar. Memikirkan harus 3,5 jam berada di travel, menunggu di bandara sendiri, dan naik pesawat. Suatu perjalanan panjang yang melelahkan untuk dipikirkan dan [tentunya] dijalankan.

08:02

“tp hr mg ato snen k2 plg y”

Sent to: daddy

08:10

“knp?”

Sender: daddy

Dan bla..bla…bla… begitu banyak alasan yang kulontarkan yang intinya aku tidak mau pulang. Waktu-waktu selanjutnya kuhabiskan berbalas-balasan sms dengan Daddy, yang merupakan “perang  antara memaksa pulang dan memaksa tidak mau pulang”. Sampai sms terakhir yang Daddy kirim begini…

“k2 sbk bgt y. kl sdh brkeluarga pst ga bs ktm daddy n mama”

Well, sebagai seorang anak yang sayang sm orang tua nya, dan sebenarnya tidak punya alasan cukup untuk tidak pulang, akhirnya aku menyerah. Akhirnya “perang sms” itu kuakhiri dengan…

“ok, bsk pswt j brp? Biar k2 psn travel”

Hal selanjutnya yang kulakukan ialah “curhat” dengan temanku tentang kepulanganku yang sangat mendadak dan entah karena alasan apa. Dan tanggapan mereka adalah…

“nah lo Nda, mau dijodohin kali…” ampun deh!

“ih, Nda siapa tau dijodohin…bilang-bilang ya…” aduh, knapa dengan orang-orang ini?

“Ya ampun, aku ga ikut campur ya kalo kamu dijodohin. Gatau deh nda,,,beneran gatau…” yeee siapa jg minta ikut campur, hehehhe.

“Hmm, ya kita pisah donk? Ntar sore kita makan-makan dulu yuk” hihi, apalagi ini?!

“eh Nda, emang mau dikawinin ya? Sama siapa?” worse than “sekedar dijodohin”!

Hmm, tapi apa mungkin ya aku beneran dijodohin? Apa adikku men-cerita-kan kedesperate-an aku beberapa bulan ini saat men-jomblo. Kemudian, scenario pulang mendadak dan kesamaan tanggapan teman-temanku membuatku berpikir. Benarkah disuruh pulang karena mau dijodohkan? Yasudahlah, kalo emang mau dijodohin mau bilang apa. Tapi kan aku punya hak memilih *hehehe, sok pasrah tapi ga mau rugi*

Akhirnya aku pulang juga (skip dulu crita perjalanannya ya). Sesampainya di Palembang kemudian  bertemu mamaku, pernyataan yang keluar pertama adalah…

“Kak, ditanyain Mami Mandiri…” nah lo, mami siapa? Mandiri siapa? Ada mami-mami yang namanya mandiri? Koq rasanya aku belom pernah dengar orang bernama”mandiri”

Tak mendengar jawaban dariku, mamaku langsung melanjutkan,”…iya mami mandiri” yang terbayang di benakku adalah ibu-ibu paruh baya dengan aksesoris bling-bling dimana-mana. Tapi meski memaksa membayangkan, tetap saja tidak terbayangkan!

“…kakak diajakin ke rumahnya tuh..” nah loh, kenapa juga mesti kerumahnya. Mami yang manapun aku tak tahu. Hmm, sejenak terlintas di kepalaku mami yang mama ku maksud.

“Hoo…mami yang ketemu di Bank Mandiri itu yah ma?” “Iya bener, anaknya ngajakin dinner…” tuh kan, bener kalo aku belum pernah mendengar orang bernama mandiri. Mandiri yang dimaksudkan ialah Bank Mandiri. Waktu itu saat menemani mama ku ke Bank terbesar di Indonesia itu, mama mengenalkan mami yang dimaksud. Bayanganku memang tak salah, mami-mami paruh baya yang mengenakan aksesoris berkilauan, yang [tampaknya] menghabiskan waktu untuk arisan di sana-sini.

Eh,,,tapi tunggu dulu,,,anaknya ngajak dinner? Nah loh…Tiba-tiba aku ingat tanggapan teman-temanku “…mau dijodohin kali…” Hadoohhh, kemarin aku menanggapinya dengan bercanda saja. Tapi, koq sekarang seakan-akan semakin nyata ya?

“Ngajakin dinner mam?” kembali aku menegaskan.

“Iya, berkali-kali nanyain kakak…”hmm,, tampaknya aku bisa bernapas lega, ternyata belum se-serius itu koq. Baru sekedar ‘menanyakan’.  

“mama bilang kakak udah di bandung..” fiuuhhhh

“..tapi kan kakak sekarang udah di Palembang” nah loh???!!! Huah, rasanya aku belum siap ‘dipaksa’ seperti ini.

“Terus kita mau ke rumahnya?” tak sabar aku dengan arah pembicaraan ini. Semakin lama tampak semakin menakutkan…Perjodohan??? Hiiiyyy…

“Yah, nggak-lah,,,biar mereka ajah yang ke rumah” hmm?! Setidaknya bentuk perjodohan ini tidak terkesan bahwa pihakku yang memaksa.

“Hoo,,,”sedikit lega” emang anaknya kerja dimana mam?” iseng aku menyelidiki.

“Freeport” well, setelah kuingat betapa jauhnya Freeport dengan Palembang, rasanya aku bisa lebih lega. Jarak seperti itu tampaknya menyulitkan bentuk ‘perjodohan’ ini. Walaupun, well, ini bukan perjodohan kan?!

Hehheh…Setidaknya pernyataan itu membuatku sedikit merasa tenang. Perjodohan [tampaknya] bukan alasan utama aku disuruh pulang ke Palembang. Tapi, tetap saja aku bingung, mengapa mendadak? Ada apa? Selama perjalanan dari bandara ke rumah, pertanyaan itu masih melekat di benakku. Sampai akhirnya mobil yang dikendarai Daddy sampai di depan rumah. Dan kemudian adikku turun dan membuka pintu. Sembari menunggu di mobil, aku bertanya pada mama,,,

“Mam, bibik kemana?”

“Pulang, udah 2 hari. Emak-nya sakit”

“lah, emang kakak belum tau?

“belum”

“Ya ampun, kan kakak disuruh pulang buat ngegantiin bibik jagain rumah”

Seketika pikiran tentang perjodohan itu menghilang dari benakku. Entah kenapa aku jadi senyum-senyum sendiri…Huahhh,,,jodoh…jodoh… Kuingat, mama ku bukan tipe yang suka memaksa dalam hal seperti ini. Juga mama ku tidak punya perusahaan yang membuatnya ’terpaksa’ menjodohkanku dengan anak relasinya seperti yang sering kulihat di sinetron-sinetron. Jadi, kemungkinan dijodohkan itu memang sangat kecil sekali.

Alih-alih dijodohkan, sekarang aku ada di rumah. Bantuin mama beresin rumah, nyuci piring dan smua pekerjaan household lainnya.

Jadi, jangan pernah berpikir macam-macam sebelum tau pastinya. Karena mungkin bukan dijodohkan, tapi harus menjaga rumah=)

14 thoughts on “Perjodohan

  1. Yahhhh, GAK SERRUUUUUUUUUUU….
    Dkirain bnran mau djodohin nda, ud siap2 aj mau ke palembang untuk menghadiri pernikahan Nda, hohohohoho… Btw ngmg2 ttg Mama Mandiri, aku malah mikirnya yg lain gt, ngerti gk??😛 hohohoho.. Y udlah, slmt menjga rumah y Nda.. Makanya jangan berpikiran Nikah-Nikah mulu, hwehehehhe

  2. hahahhaa..ndaaaaaaaaa…ko ending nya antiklimaks ah…

    tapi aku lega..setidaknya aku ga kehilangan teman senasib (aku sempet kepikiran nda mau dmasukin bank mandiri..aaakh jadi dirimu dapet kerja lebih dulu), trus aku juga ga kehilangan teme yoga dan perjalanan genit lainnya (karna ternyata kmu bukan dipingit buat dikawinin)..hehe..

    ayo kursus rumah tangga yang bener nda..praktekan aja gerakan2 “seri binatang” itu kl memungkinkan..hahhaa….cepet pulang ndaaaaaa..aku sedih tanpamu dsini..

    oiya, kl waktu itu komentarku apa y persisnya? yang komentar mau dkawinin itu bukan si??hehehe…

    but anyway…akhirnya nda posting lagi…hohoho…

  3. diah..
    tenang dee, kita bakal melanjutkan ‘perjuangan’ bersama koq,hahha..
    emang komentar diah tuh yang terakhir,,menyumbang kepanikan dirikuw,,hehhehe

    mitha..
    loh, sejak kapan gw ga aneh?😛

  4. yaa,,kok ga jadi dijodohin,,? kan udah seru2 di sini gosipnya nda mau dijodohin,,, hehe,,ga jadi kondangan ke palembang donks,,hehe

  5. huakhahahaha….
    ada perasaan berharap perjodohan beneran terjadi gak nda? trus nyesek soalnya disuruh pulang cuma disuruh gantiin bibik.. hihihi…

    kapan pulang nda?

    hmm… aku dah lama gak ktemu nda kayaknya.. trakhir kapan ya? oia.. pas makan2.. wah lama banget.. hehehe..

  6. mona,,,
    ga sgitu pengennya sih, tapi kayaknya jadi lebih enak kalo iya. Bisa-bisa heboh bgt. nah ini malah ganti bibik,hihi,,,
    ihhh kangen mona juga..
    pulang secepetnya koq😛

  7. wuih.. kok malah gak jadi nand?
    harusnya jadi aja.. hehe. biar cepetan
    biar gak cuman mupeng baca Novelnya Habibburahman El Shirazy

    ketika cinta bertasbih.. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s