Happy is…

Happy is accepting what we get though it’s not what we expect.

Tulisan itu seperti melayang begitu saja. Butuh sesaat untuk membaca dan sesaat lain air mata yang mengalir. Tidak ada yang salah. Benar. Pintar. Dewasa.

Yang salah adalah saya, yang terlambat mengetahui bahwa dia begitu pintar dan dewasa.
Sayangnya, keterlambatan bukanlah sesuatu yang bisa ditoleril oleh waktu
Saat sedetik lalu saya menyadari bahwa dia memang “ada” sejak ia berdiri di depan saya pertama kali.
Ketika saya ada di ribuan kilometer di atas laut dengan dia se-inchi di samping saya, sejak itulah dia tidak pernah se-inchi pun hilang dari hati saya.
Dia tidak pernah tahu dan mungkin tidak akan pernah tahu bahwa di tahun-tahun berikutnya dia yang selalu membuat saya menoleh dua kali di setiap jejak yang dia tinggalkan. Mengamati, dan mengingat setiap moment seakan dia adalah bagian dari potret hidup saya.
Dia memang sudah berlalu karena saya terlambat, tapi saya tidak mau terlambat mengatakan ini..
Bukan pintar, dewasa dan hebatnya dia yang saya tahu. Saya hanya tahu bahwa dia adalah sosok yang sama, berdiri di depan saya, tujuh tahun lalu.
Yang saya tahu dia ada, dan saya yakin selalu ada untuk saya.
Seperti hari ini, ketika saya mencari kebahagian dan dia memberi saya kebahagiaan itu.

Terima kasih. Selamat menempuh jalan di ruang-ruang itu.

7 thoughts on “Happy is…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s