090210

Aku mencintaimu seperti langit yang luas

Aku memujamu bagai kaki yang menopang

Aku merindumu bagai daun yang tertiup angin

Tapi,

rasa ini bagai awan yang mudah terguncang karena hujan

keringat ini sudah hampir habis karena berjalan

ranting ini telah retak karena badai yang menerjang, sore kemarin

Bukan salah sore yang memerah

Tapi pagi yang menusuk dingin

Imaji menyeruak ketika siang

menghambur berceceran saat malam menjelang

bukan aku atau kamu

tapi dia dan mereka

membuat ini semakin luluh

Wahai api, berhentilah membakar

Cerahku sanggup menerangi gelap

membuat aku mampu melihat ini dalam pekat

Tapi jangan berjalan terlalu jauh, cahayaku tak mampu mengikuti

luntur lilin ini menghancurkan raga

semoga hati tak mengikuti

Β 

Β 

-sesuatu yang ditinggal oleh penyerahan-

10 thoughts on “090210

  1. pinter bikin puisi neh, jago dah, udah ikut kompetisi puisisnya mbak Aliaz?…wah, tapi kalo ikut Oyen apet saingan doong, bagus-bagus lagi…tapi gak apa-apalah untuk memeriahkan dan ajang silaturrahim sesama blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s