Sajadah

Ini adalah gambar lipatan sajadah. Sajadah yang saya pakai delapan tahun terakhir. Sajadah yang menemani saya di saat saya berusaha mendekat pada Tuhan. Sajadah yang sebagian benangnya sudah terlepas dan membuatnya tidak berwarna sempurna. Sajadah yang dulunya sering Papa pakai di antara usahanya mencari rizki. Sajadah yang saya ambil di saat pertama dan terakhir kalinya saya membereskan ruang kerjanya. Sajadah milik saya, yang pernah tidak mau saya pinjami untuk orang lain karena saya tidak mau berbagi kenangan ini dengan siapapun…

Delapan tahun bukan waktu yang sebentar untuk menggunakan sesuatu terus menerus. Tak ada salahnya juga saya menggunakan sajadah ini sampai nantinya tidak bisa digunakan karena rusak.

Tapi, apakah hidup dalam kenangan itu baik?

Mengingat mungkin tak ada salahnya, tapi berpura-pura bahwa sesuatu itu masih ada apakah itu baik?

Apalagi berharap sesuatu akan kembali. Padahal memang tidak mungkin kembali atau pernah disepakati tidak bisa kembali.

It’s fun to share a dream, but better we live on reality.

Sajadah saya mungkin hanyalah satu dari sekian contoh betapa sulitnya melepaskan sesuatu. Ada juga secarik kertas bertulis coretan tangan, helm, baju, parfum, miniatur mobil.. u name it! Tak mesti dari orang yang meninggalkan selamanya, ada juga dari orang yang meninggalkan sesaat atau mungkin orang yang tidak bisa berkomitmen bersama lagi.

Namun, pada akhirnya saya sedikit-sedikit belajar untuk melepaskan. Untuk kasus saya, akhirnya belajar untuk sesekali mengganti dengan sajadah lainnya. Jika pada saatnya sajadah itu rusak, maka tak perlulah saya menangisi karena sudah semakin terbiasa.

Satu-satunya jalan adalah releasing dan move on (okay, dua jalan sebenarnya..).

Berpijak pada bumi dan mengakui bahwa ada yang tak bisa kembali.

Umm.. such a random post actually  :D

Btw, don’t ask me if I’m okay… cause I’ll answer “Do I look okay?”

Ohh,, no no no.. don’t give me that “virtual” hug. It doesn’t work right now..

4 thoughts on “Sajadah

  1. ada apa sih antara kamu ama diah? sama2 melow…

    “don’t ask me if i’m okay”

    “don’t give me that ‘virtual hug’. it doesn’t work right now..”

    (eniwei, ‘right now’, nda.. not ‘right know’.. *teteup ya)

    okeh..

    fine..

    u’re ok, u don’t need hugs..

    sigh…

    ada apa sih dengan virtual hugs..

    huakhahahaha..

    komen yg gak jelas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s