Dia

Keluarnya saya dari tunnel yang saat itu penuh sesak manusia membuat saya sedikit lega. Menaiki anak tangga yang banyak sekali. Berhenti di satu titik, meletakkan bungkusan  yang saya genggam sedari tadi. Ada selembar jaket berwarna hijau tua, berlambang gajah ganesha, terlipat rapi di dalam plastik itu. Saya buka, pakai dan terasa sedikit kebesaran di tubuh saya. Sedikit kecewa, “tapi toh yang namanya jaket biasanya selalu kebesaran bukan?” begitu cara saya meredam rasa kecewa.

Sesaat saya menoleh ke belakang, tersenyum pada salah satu perempuan di sana yang belum pernah saya temui sebelumnya. Dia melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan pada jaket itu. Bedanya dia merasa jaket itu terlalu pas untuk dirinya.

Saya lupa, dia atau saya yang saat itu lebih dulu menawarkan  untuk menukarkan lembaran jaket itu. Tapi, saat itu akhirnya kami bersepakat bertukar. Dan jaket itu selanjutnya memang pas di tubuh kami masing-masing.

Pertukaran itu seakan menjadi awal pertukaran cerita hidup saya dengan dia dari hari ke hari.

Suatu saat dia pernah berkata..

“Aku nerima kamu sepaket… mau gimana juga, kamu tetap sahabatku”

Dan dia memang membuktikannya.

Waktu saya hanya ingin mendengar, dia bisa bercerita panjang lebar apa saja.

Waktu saya sedang sedih, dia bisa datang ke tempat saya. Sama-sama diam. Dan saya tahu bahwa dia mau saya merasakan bahwa akan selalu ada “a shoulder to cry on”

Dia pernah bertanya, apakah dia sahabat yang baik…

Dengan mudah, saya jawab “iya, pasti!”


Dia mencintai buku. Sudah berapa banyak bacaan yang dilahapnya saya pun tak mampu menghitung. Di kala saya masih sibuk melihat sepatu di mall, dia sudah mengantongi banyak buku untuk dibeli. Saya bisa melihat suatu saat dia akan menghabiskan hari-harinya di sebuah library-store miliknya.

Dia mencintai travelling. Beruntungnya, pekerjaan yang dia lakoni sekarang seakan mendukung kecintaannya yang satu ini. Sudah banyak daerah di Indonesia ini yang telah dia jejaki. ”Tapi aku nggak suka travelling yang nyusahin”, begitu katanya saat menanggapi gaya travelling yang saya biasa lakukan. Rasanya belum pernah kami travelling bersama. Tapi suatu saat nanti pasti ada kesempatan itu.

Dia mencintai langit. Entah dengan biru, merah, orange atau ungu dia menyukainya. Setiap kali saya mengamati hasil jepretan di kamera digitalnya, selalu saja ada gambar langit yang terselip. Terkadang dia bisa begitu saja mengirimkan MMS yang berisi gambar langit. “warnanya kayak permen”, katanya mengomentari langit yang berwarna-warni.

Dia mencintai kejujuran. Tanyakan pada dia mana yang lebih baik. Dengan tegas dia akan mengatakan “salah” pada yang salah, dan “benar” pada yang benar. Rasanya saya belum pernah mampu berkelit dari dia. Tatapan matanya selalu membuat (setidaknya saya) selalu berkata jujur.

Dia mencintai persahabatan. Pada dirinya, pada keluarganya  dan pada temannya akan selalu diberikan kehangatan. Seperti senyum ini, yang selalu dia tebar pada siapapun.

Semoga dia selalu menebar ilmu sebanyak buku-buku yang dia baca. Semoga dia selalu berbagi kasih sebanyak jejak yang dia tapak. Semoga dia bisa melompat tinggi mendapat cita yang dia gantung setinggi langit. Semoga dia selalu mendapat kemudahan sebanyak jujur yang dia tabur. Semoga dia selalu mendapat berkah Allah sebanyak senyum yang bagi.

Selamat ulang tahun, Mona Luthfina.

6 thoughts on “Dia

  1. Nyanyi:
    Diaa…..
    Seperti apa yang slalu kunantikan..
    Aku inginkan..

    wuiihhh.. gaya, dibikinin postingan khusus…

    Tengkyuuuuuu… :*

    *sayang, nda-nya gak butuh virtual hug.. yasulah..😀

  2. hah? Mona ulang tahun lagi? bukannya tahun kemaren udah ya?
    pantesan dari pagi dah pamer-pamer mau traktir Sushi.

    Moooooonnnn, selamat ulang tahun.
    Mana shusinyaaaaaa.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s