Ritme Satu Kosong Dua

Dua tahun belakangan ini saya merasakan 2 tipe ritme kerja.

Tahun pertama…

Saya sibuk 3 kali saja dalam satu tahun. Pada bulan april, agustus, dan november.

Tahun kedua..

Saya sibuk tiap minggu.

Sekilas, kelihatannya lebih enak tahun pertama dong?

Belum tentu.. begini kenyataanya:

Tahun pertama saya memang sibuk hanya 3 kali dalam setahun. Namun setiap kali itu saya bisa sibuk selama 34 hari penuh. tapi setelahnya saya bisa kembali ke rutinitas yang biasa saja. Selama 34 hari itu akan sibuk dengan persiapan-presentasi-revisi-presentasi final. Kondisi saya pada saat itu bisa kepala sakit, muntah-muntah, pergi ke kantor awut-awutan dan jalan sempoyongan karena kurang tidur*. Pokoknya saya harus menyiapkan sesuatu sampai akhirnya di approve dan bisa diimplementasikan sampai jangka waktu periode kesibukan berikutnya. Jadi, dalam satu tahun saya bisa sibuk sejumlah 34  hari dikali tiga.

Tahun kedua saya sibuknya tiap minggu, yaitu di hari selasa dan rabu. Selain hari itu saya melakukan rutinitas biasa. tapi di hari selasa saya bisa berubah sibuk luar biasa untuk persiapan presentasi hari rabu. Dan pada hari rabu adalah hari dengan  tingkat stress yang lebih tinggi dari hari lainnya. Jantung berdebar lebih keras, keringat dingin bercucuran dan mata berkunang-kunang* adalah kondisi saya di rabu pagi. Namun, kondisi tubuh saya kembali mendekati normal jika rabu siang akan berganti. Jadi, jika dari 52 minggu dalam satu tahun anggaplah ada 51 minggu yang efektif untuk dipakai kerja, maka saya akan sibuk sebanyak 51 hari dikali 3.

Dari dua kondisi itu saya belum bisa menentukan yang mana yang lebih menyenangkan untuk menjadi ritme kerja. Kira-kira begini analisanya..

Ritme pertama. Siap-siap diputusin pacar karena  paling tidak ada masa di mana empat minggu enggak bisa malam mingguan bareng. Cuma ya nggak berlaku buat yang LDR, la wong sibuk nggak sibuk ya nggak ketemu. Dan nggak berlaku juga buat yang nggak punya pacar😀 . Tapi, ritme pertama sangat memudahkan untuk merencanakan liburan. Banyak waktu lowong dan tentunya nggak diganggu urusan kantor selain 34 hari kali tiga itu.

Ritme kedua. Tenaaangg.. masih bisa malem mingguan. tapi tetep sih, analisa ini nggak berlaku buat yang LDR atau nggak punya pasangan. Nah di ritme ini, kudu siap-siap aja  diteror urusan kantor setiap harinya karena terkait persiapan untuk si hari rabu. Curi-curi liburan keluar kota di weekend juga dagdigdug karena tiap minggunya ada presentasi. Tapi enaknya, nggak berasa mengerjakan sesuatu yang never ending, toh setelah 2 hari sibuk ini masih bisa relaks sejenak, dan bisa melakukan hobi untuk menenangkan diri.

Sebenarnya ritme ini sama seperti pilihan lebih enak mana komposisi kerja dan libur dalam satu minggu. Libur di sabtu-minggu dan hari lain kerja, atau libur di kamis dan minggu, sisanya dipakai kerja? (Eh, sama nggak ya analoginya??)

Nah kira-kira gitu analisanya.. tapi saya masih tetep bingung enakan yang mana..

kalau kamu pilih ritme yang mana?

What we really want to do is what we are really meant to do. When we do what we are meant to do, money comes to us, doors open for us, we feel useful, and the work we do feels like play to us.

~Julia Cameron

Keterangan:

*Adegan yang sangat didramatisasi.

4 thoughts on “Ritme Satu Kosong Dua

  1. paling enak tuh ritme kerja yang pas2 aja. jadi ada kerjaan tapi jam 9-6 aja. setelah itu bisa pulang dengan tenang. kerjaan belum selesai? bisa diselesaikan besok…🙂

  2. yang paling enak : mengerjakan apa yang kita suka. jadi mau hari senin atau sabtu/minggu sekalipun, we don’t mind. karena logikanya, kalau kerjaan kita adalah sesuatu yang kita suka (walaupun melibatkan presentasi dsb) kita akan menikmatinya.
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s