Give chance to miss each other

Setelah seminggu ngoprek foto-foto buat referensi, diskusi sama partner soal konsep, tanya sana  sini, akhirnya hari minggu kemarin saya foto pre-wed juga. Ehem.. bukan saya yang dipotoin sih, tapi kali ini saya yang moto. Ihiy, seneng deh, kalo foto-foto nya ga sekedar foto iseng kayak selama ini. Ini fotonya setahap lebih serius dibanding biasanya😉

Buat kali ini, saya foto bareng “partner kerja”, si calon pengantin, satu orang teman si calon pengantin  dan TarOshino.

TarOshino itu si Oshino dan soulmate-nya si Taro. Hmm.. belum sempet kenalin mereka personally ya?

Anyway, nggak cuma calon pengantin yang centil buat di foto, si TarOshino juga sempat ikut Photo session. Nih fotonya…

TarOshino nggak bosen kemarin ikut foto pre-wed nya. Mereka main balon warna-warni berbentuk apel, yang bikinnya susaaaahhh banget. Karena setelah ditiup, harus ditusuk-tusuk sedemikian rupa supaya berbentuk tangkainya. Tapi, balonnya jadi lucu kan??

Nggak cuma main balon, TarOshino juga ikutan basah-basahan karena kemarin sempet hujan turun. Sempet makan gulali, nyicip es potong sampe ikutan marahin anak kecil yang ngegangguin waktu kita lagi foto.

Marahin? enggak sih.. cuma saya omelin lalu diemin karena saya kesal. Jadi, waktu kita lagi ambil foto dan si calon pengantin udah dapet ekspresi yang pas (ngatur ekspresi nggak gampang looohhh..) tiba-tiba dateng segerombolan anak kecil yang minta properti yang dipakai waktu foto. Awalnya saya cuma bilang “Nanti dikasih ya Dek, minggir dulu”.

Diomongin sekali nggak nurut..

Dua kali masih enggak..

Tiga kali suara saya makin kenceng sampe saya ngomel-ngomel.

Tapi, tetep aja mereka nggak perduli. Dari gangguin si calon pengantin, sampe gangguin saya. Akhirnya, saya cuma diem, liatin tuh anak sampai dia akhirnya nunduk karena takut.

Fiuhhh.. anak-anak emang nggak pernah bisa nurut kalo kita bilangin sambil ngomel-ngomel. Ini juga yang menjawab kenapa Ibu-ibu yang sering banget marah-marah, anakanya biasanya tetep aja nakal. Udah nggak mempan!

Ahya, selain main-main TarOshino juga sempet nanya-nanya sama si calon pengantin gimana mereka ketemu. Ringkasnya, mereka memang berteman sejak lama dan mereka “ngeh” kalau ada rasa setelah mereka mau pisah.

Yayayaa…  Selalu saja merasa kalau seseorang itu penting ketika mau pisah. Somehow, saya merasa perpisahan itu penting. Jadi inget film Eat Pray Love, di salah satu scene  David bilang gini ke Elizabeth “you don’t even give me chance to miss you“. Seinget saya kondisinya saat itu adalah si David mulai bosan dengan hubungannya dengan Elizabeth, dan keduanya sadar kalau hubungannya nggak jalan. Karena setiap hari berdua dan menghabiskan waktu selalu sama-sama. Jadinya ya segala sesuatu nggak special lagi.

Give chance to miss each other, and you will realize how important to be with.

Setidaknya itu terbukti pada calon pengantin tadi. Setelah berpisah, hubungan mereka jadi makin baik. Mereka saling  memberi ruang dan waktu untuk menyadari kalau mereka saling membutuhkan. Ya, akhirnya paling tidak  mereka sudah merencanakan dengan sangat serius pernikahan mereka, setidaknya mereka sudah foto pre-wedding tho?

8 thoughts on “Give chance to miss each other

  1. Ya.. Seperti kita baru bisa ngerasa enaknya makan n tidur waktu kita sakit gigi :p

    pasti kita merindukan kalo gigi kita ga sakit hehe

    Yah.. U don’t know what you’ve got till it’s gone *nyambung ga sih*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s