Biggest Fear

Saya takut ketinggian. Berjalan di atas jembatan penyebarangan pun  saya hanya mampu berjalan di tengah sambil menyeret langkah dan menatap ke depan dengan pasti, tanpa berani menoleh kanan dan kiri. Bahkan berdiri di eskalator tinggi macam di Senayan City atau Pacific Place sering membuat saya merinding.

Kalau memang harus berurusan dengan ketinggian seperti bepergian dengan pesawat, saya memilih untuk tidur. Supaya tidak menyadari kalau saya berada di ketinggian. Tak pula juga saya suka berada di bagian kursi dekat jendela saat di pesawat.

Sampai akhirnya, suatu hari saya terpaksa harus duduk di kursi di dekat jendela dan saya tidak dalam kondisi mengantuk. Akhirnya pasrah.

Tapi, Tuhan begitu baik hingga memberikan saya pemandangan indah ini saat saya menengok ke jendela.

Sayap pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi terlihat begitu menyatu dengan langit biru, awan putih dan jernihnya air laut yang ada di kejauhan. Perfect!

Empat puluh enam menit perjalanan Palembang- Jakarta benar-benar tidak terasa. Saya begitu terkagumnya hingga lupa kalau saya ada di ketinggian puluhan ribu kaki di atas laut. Ketinggian yang menjadi ketakutan saya, bisa saya lupakan dalam sekejap.

Saya nggak bilang kalau ketakutan saya terhadap ketinggian hilang sejak saat itu, tapi saya tahu…

kalau sesekali kita melakukan sesuatu di luar kebiasaan, melupakan rasa takut…  maka kita akan menemukan sesuatu yang berbeda dan akan terkagum karenanya.

Jadi, apa ketakutan terbesarmu? Siapkah untuk melupakannya?

 

One thought on “Biggest Fear

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s