Kopi di tea house

Sebelumnya saya pernah posting seperti ini..

Hidup adalah kumpulan dari pilihan-pilihan dan tugas kita adalah menerima semua konsekuensi dari pilihan itu, baik atau buruk, bahagia atau sedih.

Postingan itu ke-delete sama saya *pentung diri sendiri* tapi saya inget jadi saya tulis ulang deh😀

Nah, si konsekuensi dari pilihan itu seringkali membawa kita pada pilihan-pilihan selanjutnya.

Misal begini, saya sudah memilih untuk nggak minum kopi sebagai teman saya kerja di sore hari. Tapi, saya butuh kerja di tempat yang ramai tapi nyaman , seperti di kafe, sehingga saya bisa berkosentrasi penuh. Mau nggak mau saya harus hindari tempat yang kemungkinan ada kopi dan bisa menggoda saya untuk meminumnya saat saya kerja. Akhirnya saya pilih tea house daripada kafe.

Pilihan jatuh pada tea house. Tapi, tea house yang saya tahu ada di dua tempat nih. Ada di daerah selatan yang lebih hangat atau di daerah utara yang lebih dingin. Saya terpaksa memilih lagi sebagai konsekuensi saya memilih tidak minum kopi.

Saya menimbang, kalau di daerah utara masih ada kemungkinan si pemilik tea house masih menyediakan kopi hangat sebagai opsi minuman yang dijual, karena di utara cenderung dingin dan kebanyakan orang suka ngobrol sambil minum kopi.

Lalu dengan pertimbangan tadi, pergilah saya ke tea house di daerah selatan dengan harapan tidak bertemu si kopi. Masalah selesai? Saya bisa duduk manis bekerja di tea house tanpa tergoda kopi? Saat saya memilih tempat duduk yang ternyaman menurut saya, lalu saya didatangi pelayan. Pernyataan yang keluar adalah..

“Selamat sore Mbak, mau pesan teh apa? Yang paling favorit di sini adalah mint tea” begitu tawar pelayan sambil menunjukkan daftar minuman dan makanan yang disediakan di sana.

“Mmm..” saya masih bingung memilih.

“Ohhh.. atau kalau enggak teh, mungkin mbak mau pesan kopi saja?”

KOPI. Things you really want the most but you really avoid the most.

Well, this could be happen to you. Sejauh ini, yang saya tahu teori yang bisa menjelaskan hanyalah “Law of attraction”. Kalau mau jelasnya silahkan baca buku The Secret yang fenomenal itu. Tapi, secara ringkas dan yang saya tangkap teori ini menjelaskan “kalau kita sangat menginginkan sesuatu, universe akan mendukung kamu”

Jadi, ya mungkin saja kalau saya menghindari si kopi tadi eh malah tetep nemu. Wajar, karena saya selalu pikirkan, misalnya..

Uhum.. balik lagi ke soal pilihan. Jadi, hidup itu ya nggak “memilih” dan selesai. Ada konsekuensi, ada pilihan lagi yang mengikuti pilihan itu, dan proses ini akan terus menerus. Lalu, gimana harus memilih?

Yah, semuanya dibalikin ke tujuan. Saya memilih untuk nggak minum kopi supaya lebih sehat. Jadi, mau si kopi udah disediain di depan ya dihindari saja. Toh, hidup ini pilihan kan?

4 thoughts on “Kopi di tea house

  1. iyah aku inget post mu yg itu ndud,,keapus yah? kok bisa dudul gitu sih ndud.. :p
    “kalau kita sangat menginginkan sesuatu, universe akan mendukung kamu” — d u really believe this? kok ga kejadian yah ama aku..ada hal2 yg kuinginkan tp ga nyampe2,,knp miss universe ga ngedukung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s