Gajah di Puncak Monas

Inget keinginan anak-anak untuk jalan ke Monas, di postingan saya ini?

Rencananya, besok, minggu 5 Februari, saya dan Satrio ngajakin mereka ke Monas. Nggak sekedar jalan-jalan, tapi juga belajar di sana. Sepengetahuan saya, di sana ada museum sejarah nasional dan ada beberapa ruangan bersejarah lainnya. Kami mau mengenalkan sejarah Indonesia tidak hanya pengajaran seperti ada di kelas, tapi juga ke tempat-tempat yang bisa menggambarkan lebih baik. Supaya mereka lebih gampang mengingatnya, nggak sekedar tulisan tapi ada visualisasi berupa gambar atau relief.

Di sana, mereka juga nggak kami biarkan tidak  sekedar “melihat” tapi juga “mengingat”. Setelah sesi keliling-keliling, rencananya mereka akan kami kumpulin sambil makan di sekitaran monas dan membiarkan mereka bercerita apa yang mereka lihat. Belajar sambil pikinik ceritanya😉

Sambil piknik, rencananya saya mau ajarin mereka nulis dan baca. Bagi yang sudah bisa nulis dan baca, sebisa mungkin bantuin yang belum bisa. Karena terus terang, saya dan Satrio berdua belum mungkin bisa mengakomodasi semua kebutuhan mereka dalam satu waktu. Kami berdua dan mereka bersebelas. Sambil berdo’a semoga ada volunteer yang bantu kegiatan kita *wink* kami berusaha meng”kader” dari mereka sendiri. Ahh, siapa tahu mereka merasakan senangnya mengajar, tidak sekedar diajar.

Untuk persiapan piknik sambil belajar ini, kemarin saya dan Satrio sudah beliin peralatan tulis seperti pensil dan notebook kecil bersampul gambar kartun, buku untuk belajar baca dan tulis, dan beberapa buku bacaan anak-anak.

Ohya, soal buku bacaan anak-anak ini saya dan Satrio sempat kaget waktu lihat harganya. Buku yang bagus itu kisaran 40ribu sampai ratusan ribu. Widiw!! Gimana anak-anak yang keluarganya kurang mampu bisa punya bacaan berkualitas kalau harga buku aja segitu? Gimana bisa punya minat baca kalau nggak punya buku yang bisa dibaca?

Hmm.. buat temen-teman yang merasa punya buku bacaan anak yang nganggur di rumah, boleh loh dikasih ke saya😉 Pelan-pelan sambil nyari tempat di sekitar sana, saya mau bangun taman bacaan buat mereka.

Salah satu buku yang kita beli itu judulnya “Kamu ingin jadi apa?”. Bukunya bisa bantu anak-anak “memilih” cita-cita mereka, karena di buku itu divisualisasikan beberapa profesi yang bisa mereka lakoni kalau sudah besar.

Tempat udah dipilih, peralatan sudah dipersiapkan, nah, di hari yang rawan hujan ini, apa dong rencana B nya?

Mereka kita ajakin ke Museum! Museum yang ada di sekitaran Monas aja. Jadi, mereka tetep bisa lihat Monas, tapi tetep bisa belajar sesuatu meski hujan.

Bantu do’a yaa.. semoga kegiatannya berjalan lancar dan tujuannya tercapai🙂

Ohya, selain ke Monas besok, kegiatan ini insya Allah akan dirutinkan kunjungan setiap 2 minggu sekali. Setiap kegiatan yang dilakukan bertujuan supaya mereka bisa kreatif, punya wawasan, punya keinginan untuk belajar dari lingkungan dan pada akhirnya bisa menentukan cita-cita mereka yang spesifik. Ada beberapa ide kegiatan yang bakal dilakukan adalah:

1. Nonton Film kartun bareng

Ide ini muncul pada saat kunjungan saya yang pertama saya sempat Tanya jenis tontonan mereka. Jawabannya “Cinta Fitri!” Saya kaget. Anak umur 6 tahun kok ya nontonnya sinetron. Saya nggak bilang sinetron itu nggak ada manfaatnya, ada, tapi butuh kejernihan hati dan otak untuk mencernanya😀 Setahu saya, belajar dari film kartun akan lebih mudah untuk tahu banyak hal tentang kebaikan. Sekarang saya lagi cari-cari kartun apa saja yang bisa mendidik anak lebih baik. Ada ide??

2. Belajar menabung

Saya juga lihat mereka sering sekali jajan makanan yang nggak sehat. Uangnya memang nggak seberapa, tapi sayang kalau mereka buang-buang uang, apalagi yang bisa menyebabkan mereka nggak sehat. Belajar nabung dari kecil juga buat membiasakan mereka mengatur keuangan dari kecil. Biar waktu dewasa bisa lebih hemat dan nggak terjebak dengan konsumerisme. @mrshananto pasti seneng deh sama program ini *wink*. Ohya, untuk nabung ini, Alhamdulillah sudah ada yang bersedia nyumbangin celengan buat mereka. Sungguh Allah memudahkan jalan

3. Belajar drama

Dengan drama, saya berharap mereka belajar untuk berekspresi. Belajar untuk berani menampilkan kemampuan mereka di depan orang banyak. Karena saya lihat banyak anak-anak yang cenderung pemalu. Bagaimana mereka bisa “lantang” mengatakan cita-cita mereka, kalau berekspresi saja sulit? Mimpi saya, mereka bisa menampilkan drama di sebuah panggung yang ditonton banyak orang. Let’s see.. bagaimana hal ini bisa terwujud. Ada ide?

4. Belajar melukis

Menggali bakat bagi mereka yang suka melukis. Kemarin lihat-lihat harga kanvas mahal juga ya😀 Tapi, saya akan cari jalan supaya mereka bisa belajar melukis. Kalau mereka bisa menghasilkan lukisan, selain disimpan buat diri sendiri, semoga saja mereka bisa gelar auction. Dari mereka untuk mereka. Hasil lelang, harus ditabung lagi buat pendidikan mereka sendiri. Kira-kira ada yang kenal orang yang berminat mengapresiasi hasil lukisan anak-anak?

5. Memilih buku yang mereka pengen

Setiap pertemuan, saya akan mengarahkan mereka untuk membaca dan pada akhirnya senang membaca. Suatu saat akan di-reward kepada mereka voucher senilai tertentu dan mereka dibiarkan memilih sendiri buku yang mereka pengen. Seru kan? Bisa dapetin bacaan sesuai keinginan?

Masih banyak lagi kegiatan yang mungkin dilakukan. Senang sekali kalau ada yang mau kasih ide-ide lainnya, karena saya dan Satrio juga baru memulai, masih perlu banyak belajar. Tapi, setiap sedikit yang kami tahu, semoga bisa kami implementasikan. Segera. Siapa yang tahu seberapa banyak waktu yang kita punya? Tidak menunda adalah salah satu kunci supaya kita bisa melakukan “sesuatu” yang berguna. Tidak menunda untuk mencari ilmu, tidak menunda untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat, tidak menunda untuk memberi, tidak menunda untuk berbagi…

Mulai dari yang sederhana, tengok kanan kiri (tengok saya juga boleh :D), lihat siapa yang bisa dibantu. Karena, meski berdiri di Gambir, terkadang semut di puncak Eiffel kelihatan, gajah di puncak Monas nggak terlihat.

😀

5 thoughts on “Gajah di Puncak Monas

  1. Inanda, salut atas perjuanganmuuuuhhh..
    Btw satrio itu satrio TI kita ya?
    Dulu waktu kuliah pernah 3 taun ngajar anak jalanan di bandung, jadi tahu banget kepuasan batin yang didapat dari ngajar anak2..
    Hang on there ya nda, seandainya tak terjebak di hutan ini, dengan sangat senang hati akan ikut membantu. Sekarang bantu doa aja ya🙂

  2. Whoa, two thumbs up for u nda. is there anything i can do to help u?? Dulu waktu kuliah aku pernah ngajar anak SD and i love teaching.

  3. Piknik di alam terbuka. Belajar nyanyi pake iringan gitar. Menggambar di alam terbuka. Belajar masak. Pergi ke Planetarium, museum, atau kota tua. Dari buku2 yang mereka baca, belajar menulis resensinya, mungkin ?

    Hmm, apalagi ya ? *maaf kalau banyak ngawurnya, hehe..

    Gimana kalau langkah pertama, saya donasikan uang dulu aja (karena beli barang2 belum sempet). Mbak Ina ada no rekeningnya ? Hitung2 utk biaya operasional, Mbak. Email saya, ya.. Ke emiralda_n@yahoo.com.

    Thank you🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s