#ChildCanLead. Lead what? What Lead?

Pertanyaan itu saya baca saat membuka email dari seorang teman sore ini. Saya  langsung tersenyum. Menyadari bahwa saya sudah beberapa kali ngetwit dengan hashtag tersebut dan posting tentang kegiatan terkait anak-anak, tapi saya belum sekalipun menceritakan apa kenapa dan bagaimananya. Saya coba jelaskan yaaa…

Awal muncul ide #ChildCanLead?

Mulai dari obrolan dengan celetukan “Gue dulu gatau alasan kenapa gue sekolah”. Satrio dan saya sepakat dengan pernyataan itu. Yang kami (dan saya yakin banyak lagi orang-orang) pikirkan bahwa sekolah itu ya harus lulus supaya bisa kuliah lalu setelah kuliah bisa kerja. Selesai.

Hasilnya? Ya sekolah males-malesan karena sekolah adalah keharusan bukan karena keinginan. Kalaupun rajin, terkadang hanya mengejar angka-angka pengisi raport, tapi ilmunya tidak terserap. Tidak semua begitu.. tapi  tidak sedikit yang merasakan hal yang sama.

Obrolan itu lalu berlanjut dengan diskusi tentang pendidikan di Indonesia. Ada yang membanggakan, tapi banyak yang membuat kami kecewa. Tentunya beberapa pengalaman pribadi  yang mengecewakan yang membuat kami sadar bahwa “kami harus melakukan sesuatu”. Ide dan konsep langsung berseliweran. “harusnya pendidikan itu begini dan begitu, caranya seperti ini dan seperti itu…” dan langsung banyak obrolan  tentang bagaimana memperbaiki pendidikan di Indonesia.

Obrolan akan sekedar jadi obrolan kalau tidak ada tindakan nyata. Ada yang harus dilakukan.

Kami sadar, memperbaiki pendidikan di Indonesia adalah hal yang kompleks. Banyak aspek, banyak pihak dan banyak waktu yang dibutuhkan. Tapi menunggu semua aspek lengkap, semua pihak terlibat, dan waktu cukup sama saja dengan menunda perbaikan.

Saya dan Satrio akhirnya pilih untuk bertindak nyata dengan cara sesederhana mungkin agar bisa dilakukan sesegera mungkin.

Tujuannya pun sederhana, membantu anak-anak untuk menciptakan impian atau cita-cita, selanjutnya kami hanya mendampingi dan menjaga agar mereka tetap antusias mewujudkannya.

Kenapa pilih tujuan itu?

“Keharusan” menjalani proses pendidikan akan bisa berubah ketika tiap anak tahu apa tujuan mereka.

Berdasarkan pengalaman, orang mau melakukan sesuatu jika mereka punya alasan kenapa mereka harus melakukan itu.

Jika setiap anak punya impian, kami yakin hidup mereka akan lebih terarah. Lebih fokus dan lebih punya alasan kenapa mereka menjalani sesuatu. Ketika mereka punya alasan, maka mereka akan lebih antusias untuk mengerjakan sesuatu.

Saat menjalani proses pendidikan tidak lagi hanya berdasarkan “keharusan”, maka Visi pendidikan Nasional pada UU no 20/2003 agar semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah, tidak akan berakhir di tulisan pada undang-undang, tapi akan terwujud nyata.

Lalu, apa yang di-Lead?

Paling tidak, dengan memiliki tujuan mereka bisa memimpin diri mereka sendiri. Mengarahkan diri mereka ke mana harus melangkah.

Kami juga berusaha untuk membuat mereka berani untuk mengutarakan mimpinya. Berani sharing pada orang lain. Bukan tidak mungkin, mereka akan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Dengan sharing ini, kami juga berharap mereka belajar untuk menjadi seorang leader. Pengertiannya pun tidak muluk-muluk, menjadi orang yang bisa jadi contoh bagi orang lain, karena berani berusaha untuk mencapai mimpinya.

Semuanya mungkin sederhana. Tapi kami meyakini bahwa hal-hal di atas adalah hal paling mendasar yang membuat seseorang bisa sukses dalam hidupnya.

Apa kegiatan #ChildCanLead?

Pada dasarnya kegiatan yang kami lakukan adalah kegiatan yang menambah wawasan anak. Membiarkan mereka meng-explore banyak hal baru dengan berbagai cara. Mengembangkan potensi diri mereka. Membuka mata mereka bahwa banyak yang bisa mereka lakukan dan berguna untuk diri mereka, lingkungan sekitar dan bangsa ini. Sampai akhirnya mereka punya tujuan yang mulia untuk hidupnya.

Beberapa ide kegiatan sudah saya tulis di postingan sebelumnya.

Saya dan Satrio bukan orang berpengalaman. Kami masih mencari mana cara yang paling baik. Masih perlu banyak belajar dan sharing ide. Kami belum punya “rencana setahun ke depan”. Kami masih terus berdiskusi untuk mencari kegiatan terbaik yang bisa kami lakukan selanjutnya. Kuncinya, kegiatan sederhana yang berkesinambungan.

Meski ide ini kegiatan ini muncul Sembilan hari yang lalu, tapi kami memilih untuk segera bertindak dengan cara yang kami bisa, agar ide-ide ini tidak berakhir di kertas coretan saja.

Pengalaman kami juga yang mengatakan, jika tidak dimulai segera, akhirnya kami jadi kebanyakan mikir, terlalu banyak “diskusi” di otak, menimbulkan banyak pertanyaan “what if”, muncul banyak kekhawatiran dan akhirnya jadi malas bertindak.

Bagaimana berpartisipasi?

Saya berusaha untuk update di blog ini untuk setiap ide kegiatan yang saya dan Satrio lakukan. Harapannya, akan ada diskusi dan ide-ide baru yang muncul agar kegiatan ini semakin baik dari hari ke hari.

Partisipasi berupa diskusi ide sangat kami harapkan.

Jika memang belum ada ide dan lebih senang untuk terjun langsung di lapangan, mari ikut datang ke lapangan! Kita Kami usahakan untuk update kegiatan yang akan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum kegiatan dilakukan. Jadi teman-teman bisa mengatur waktu untuk ikut berpartisipasi.

Mohon maaf untuk teman-teman yang ingin ikut kegiatan pertama jalan-jalan ke Monas tidak bisa ikut karena saya info sangat dekat dengan harinya. Karena memang kami baru survey hari Kamis dan hari minggu kami sudah lakukan kegiatan.

Untuk kegiatan selanjutnya, insya Allah kegiatan ini akan dirutinkan tiap 2 minggu🙂

Lalu bagaimana untuk teman-teman yang tidak berada di Jakarta tapi ingin ikut kegiatan ini?

Bisa dengan cara memberi donasi. Terus terang, sampai saat ini saya baru bisa menerima donasi berupa buku anak. Donasi berbentuk uang akan dibuka jika kegiatan ini sudah mulai rutin. Supaya uang yang didonasikan juga bisa dimanfaatkan lebih baik🙂

Ohya, salah satu alasan kenapa saya berusaha untuk update di blog mengenai kegiatan ini, adalah siapa tahu ada teman-teman yang punya keinginan melakukan proyek sosial (apapun bentuknya) tapi sama clueless nya dengan kami bisa belajar dari pengalaman yang kami ceritakan di sini. Jadi, meski tidak di Jakarta, bisa mulai melakukan kegiatan di lingkungan sekitar.

Selain sharing ide, ikut kegiatan langsung dan memberikan donasi, ada lagi yang bisa teman-teman lakukan. Komunikasikan ide #ChildCanLead ini pada teman-teman lainnya. Semakin banyak yang tahu, siapa tahu semakin banyak yang ingin berpartisipasi. Mimpi untuk memperbaiki pendidikan anak di Indonesia akan lebih cepat terwujud jika banyak yang mau peduli.

Yahhh… begitulah sekilas tentang #ChildCanLead. Semoga bisa memberi gambaran kegiatan apa yang kami lakukan.

Saya tunggu partisipasinya ya😉

 

Could we change our attitude, we should not only see life differently, but life itself would come to be different

3 thoughts on “#ChildCanLead. Lead what? What Lead?

  1. when i was a child, i used to dream of becoming president. pengen banget masuk ke istana merdeka. tp dulu kan tertutup untuk umum ya *malah curhat* hehe..so, how about taking the children to Istana Merdeka. maybe, somehow it can motivate them to be leader someday. anyway, makasi ya sdh di tag, semoga bisa sedikit ngbantu🙂

  2. hai inanda.. program yg km buat menarik ya.. (= aku nana, minat di dunia anak & pdidikan jg.. aku prnh buat kegiatan sosial buat anak2 paud di bogor. aku tertarik bantu2 kegiatan ini, ide, donasi ato partipasi, hihi.. what can i help? (=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s