Teh Tubruk dan Amanah

Mbak Nung memasukkan sesendok daun teh, sesendok gula lalu menyeduhnya dengan air panas. Dia melakukannya tiga kali, untuk tiga gelas. Tiga gelas itu dibagikan ke saya, Anto dan Satrio.

“Silahkan diminum Mbak,  Mas”, katanya sambil tersenyum saat memberikan teh tubruk pada kami.

Karena masih panas, saya mengangguk saja sambil tersenyum. Satrio dan Anto sudah mulai meniup gelas teh itu, mungkin kehausan. Sebelumnya mereka sudah bercerita banyak hal.

Setelah berkali-kali main ke sana dan memperhatikan kegiatan di sana, akhirnya malam itu, 9 Maret 2011, saya dan teman-teman berencana memberikan donasi untuk membangun perpustakaan untuk anak-anak. Jumlah donasi yang akan kami berikan untuk tahap pertama adalah sebesar 2.500.000.

Satrio melanjutkan pembicaraan. Dia mengutarakan niat kami yang benar-benar ingin bekerja sama untuk membangun perpustakaan ini, demi pendidikan anak Indonesia yang lebih baik. Setelah menjelaskan panjang lebar mengenai #ChildCanLead, akhirnya tibalah saatnya kami memberikan bantuan. Saya yang memegang uang, saya yang bertugas memberikannya.

Entah kenapa, saat memberikannya, saya bergetar. Nervous. Di tangan saya ada amanah teman-teman donatur untuk disampainkan. Di tangan saya akan ada cikal bakal perpustakaan untuk anak-anak. Di tangan saya ada niat untuk memperbaiki pendidikan anak Indonesia. Di tangan saya ada mimpi yang akan kami bangun untuk diwujudkan. Di tangan saya ada bagian dari masa depan mereka…

Semuanya amanah.

Amanah dari teman-teman yang berhati mulia, yang pintu hatinya terketuk demi perbaikan Indonesia.

Semoga niat baik teman-teman dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa🙂

Hari ini, hari ke-5 setelah kami menyerahkan uang untuk pembangunan, saya menelepon mas Indra untuk menanyakan progress.

“Bagian depan sudah ditutup Mbak, besok rencana kita benerin atap..”

Saya tersenyum. Meskipun belum melihat fisiknya, saya lega. Amanah teman-teman sudah ditunaikan.

Hari rabu nanti, kami ke sana lagi untuk melihat progress serta memberi donasi tahap ke-2.

Semoga di akhir bulan ini, wadah berkreatifitas anak-anak sungai Bambu mulai terbentuk🙂

Bantu do’a ya… karena perjuangan kita semua masih panjang. Memperbaiki pendidikan memang tak semudah membuat segelas teh tubruk. Perlu olahahan yang lebih lama dan proses yang panjang. Tapi, olahan itu tak akan pernah jadi kalau tidak dimulai.

Dan teman-teman…. KITA sudah mulai memulainya koq😉

Ohya, untuk selanjutnya, update tentang #ChildCanLead bisa dilihat di blog http://childcanlead.wordpress.com yaa🙂

2 thoughts on “Teh Tubruk dan Amanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s