Flash Back

Akhir-akhir ini saya merasa mengerjakan sesuatu dengan “biasa saja”, tidak terlalu mengeluh dan tidak terlalu girang. Biasa.

Di satu titik saya sering terdiam dan mengingat beberapa waktu ke belakang. Saya merasa semuanya sudah lama terjadi. Mengingat kejadian hari kemarin, yang saya sadari terasa sudah lama sekali terjadi. Saya ingat rasanya, tapi saya lupa waktunya.

Di akhir-akhir ini banyak yang terjadi. Ada senang, ada sedih.

Saya belajar melepaskan sedikit-sedikit yang selama ini tergenggam erat.

Saya belajar menerima perlahan-lahan yang selama ini saya tolak.

Saya belajar melompat pada yang selama ini saya merangkak.

Saya belajar berjalan lambat-lambat pada yang selama ini saya berlari.

Saya belajar menghapus tangis dengan tawa.

Saya belajar melumerkan tawa dengan tangis.

Saya belajar melihat dan merasakan dari sudut yang berbeda.

Lalu, karena belajar itu…

Saya menemukan sesuatu yang baru.

Yang pernah saya hindari akhirnya datang. Yang saya takut lepaskan akhirnya pergi. Membiarkan.

Di satu saat, seorang sahabat baru mengingatkan saya, dengan memberi sepotong email untuk menguatkan yang berisikan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Harta tidak akan berkurang gara-gara sedekah. Tidaklah seorang hamba memberikan maaf -terhadap kesalahan orang lain- melainkan Allah pasti akan menambahkan kemuliaan pada dirinya. Dan tidaklah seorang pun yang bersikap rendah hati (tawadhu’) karena Allah (ikhlas) melainkan pasti akan diangkat derajatnya oleh Allah.” (HR. Muslim, lihat Syarh Muslim [8/194])

Kembali, semuanya pada huruf-huruf…

m.e.n.g.i.k.h.l.a.s.k.a.n

Melihat ke belakang, flash back, dan membiarkan yang terlihat itu ditinggal di belakang.

dan saya yakin, DIA akan menuntun saya untuk berjalan ke depan…

4 thoughts on “Flash Back

  1. 🙂
    hahaha… (bukan ngetawain, cuma teringat sesuatu..)

    teringat satu fragmen memori, lg makan malem bareng kamu di rumah makan yg jualan ayam depan kosan kamu, inget gak?

    waktu itu kamu dengan semangat ngejelasin ttg buku Quantum Ikhlas.. hohoho..

    baca postingan kamu kali ini berasa mengulang malam itu..😛

    as always, kita sebenarnya tahu, cuma sering lupa, sehingga harus selalu diingatkan..😀

    *nda, k bandung lagi nda..

  2. Kesimpulan:
    – sedekah = harta kita ditambah
    – memaafkan = kemuliaan kita bertambah
    – rendah hati = derajat kita ditambah

    Subhanallah…😥

  3. sebenernya, ketika kita berusaha melupakan, justru pada saat itu kita tengah mengenang.
    Buat supaya ga inget-inget lagi, ya jangan berusaha dilupakan.

    itu kan intinya ikhlas?:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s