Ada yang bisa dibantu?

McD Bintaro sore Minggu 17 April itu sangat ramai karena ada yang berulang tahun. Saya dan Satrio datang jauh dari Sunter untuk menemui seseorang, yang saya tahu lewat twitter. Mencari ilmu, bahasa kerennya.

“Saya sudah sampe nih, pake topi dan helm merah” begitu katanya ketika saya angkat telpon.

Saya berdiri dan berjalan ke pintu masuk. Saya belum pernah bertemu langsung, tapi saya sudah pernah melihat beberapa foto diri di web yang ia kelola.

Sangat tidak berbeda dengan fotonya. Saya langsung mengenali topi hijau lumut dengan pin biru yang menempel selalu di topinya. Saya panggil namanya dan dia menjabat erat tangan saya. Jabatan yang erat dan tegas, setegas matanya saat menatap lawan bicara.

“Jadi, ada yang bisa saya bantu?” itu kalimat pertama yang terlontar. Saya tersenyum.

Saya paparkan sedikit tentang maksud kami yang ingin belajar dari pengalaman dia mengenai bagaimana caranya menopang kegiatan sosial kami dari segi finansial. Saya dan Satrio memang baru di dunia seperti ini, dan kami ingin belajar sebanyak-banyaknya dari orang yang lebih dulu memulai. Oleh karena itu, kami meminta waktu Mas Yudhis Juwono, pria yang kami temui sore itu.

Obrolan lalu dimulai dengan perkenalan. Selama obrolan dia berbicara santai, cenderung slenge’an, kalau bahasa saya. Tapi pria ini selalu tahu kapan harus “menembak” lawan bicaranya untuk menegaskan kalimat.

Satu hal yang menyenangkan, sebelum bertemu dia cari tahu tentang saya. Jadi, saaat memaparkan sesuatu, dia sudah bisa mengaitkan berbagai cerita dengan kegiatan saya lainnya. Saya seperti dapet bonus “clue” yang tepat karena sesuai dengan kondisi saya.

Saya tergelak ketika di sela obrolan dia selalu mengatakan

“Dunia kita ini nggak sexy, jadi kita harus pandai menyajikannya”.

Yang saya tangkap, maksudnya adalah dunia ini bukan dunia yang gampang untuk “dijual”. Lucu rasanya karena saya  mendengar pernyataan itu. Saya menyadari “dunia yang sexy” itu adalah dunia yang glamour, dunia yang menyajikan hiburan, dunia yang menyajikan popularitas dan sebagainya. Sedangkan, dunia saling membantu, tolong menolong, saling mendukung memajukan Indonesia ini adalah “Dunia yang nggak sexy” seperti yang Mas Yudhis bilang.

Banyak hal yang saya pelajari dari Mas Yudhis. Bagaimana menjadi terpercaya di bidang ini, bagaimana seharusnya mencari mitra untuk dibantu, bagaimana menyalurkan minat orang-orang yang punya niat membantu dengan benar dan bagaimana caranya menopang kegiatan ini secara finansial. Semuanya diceritakan Mas Yudhis dengan lugas. Saya dan Satrio hanya sempat terbengong-bengong karena kagum dengan cerita-ceritanya.

Satu hal lagi yang saya suka dari Mas Yudhis adalah dia tidak hanya sekedar bercerita. Dia memberi kami tantangan. Seperti di tengah cerita, dia tiba-tiba bertanya “Eh Nanda aslinya dari mana?” saya menjawab “Palembang…” tiba-tiba di berekspresi kaget, mencondongkan arah duduknya ke saya, lalu matanya menatap lekat-lekat seperti biasanya orang-orang yang ternyata juga berasal dari Palembang lalu menemukan kesamaan “Palembang ya?” matanya tegas menatap saya, lalu saya tersenyum “iya mas.. kenapa?” dengan cepat dia menjawab “emang di sana nggak ada yang bisa dibantu” EH! Saya langsung kaget. Dia bertanya cepat. Sebelum saya sempat menjawab dia langsung kembali menyandarkan diri ke kursi, dan berkata santai “yahh…nantilah kamu pikirkan lagi, siapa tau ada yang bisa dibantu di sana” JLEB! dia seperti memberi shock theraphy pada saya. Dan yah, akhirnya sampai sekarang saya masih memutar otak mencari partner di Palembang untuk menginisiasi Perpuskreatif di sana. Ada yang mau?😀

Tak cuma tantangan, dia memberi kami “pe er” untuk dipikirkan. Dengan gaya shock theraphy-nya, dia juga bertanya “coba ceritakan tentang Child Can Lead”. Lalu saya dan Satrio akhirnya menjelaskan dengan panjang lebar dan dia mengangguk-angguk saja. Setelah selesai, dia cuma bertanya “Coba ceritakan Child Can Lead dalam satu kalimat” EH! kami berdua langsung diam.Bingung mau jawab apa karena nggak terpikirkan.

Jadi, menurut Mas Yudhis, nggak semua orang punya banyak waktu untuk mendengarkan kita. Kita harus mampu menceritakan kegiatan kita dalam satu kalimat, sehingga orang menangkap maksud kita dengan cepat.

Setelah obrolan padat yang membakar semangat dan meninggalkan banyak pe er untuk dipikirkan, tiba-tiba Mas Yudhis mengambil helm dan jaket yang diletakkan di kursi, berdiri dan berkata ” Oke, sudah ya, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi setelah kamu pulang dari Surabaya”. Kemudian dia menjabat tangan kami erat dan pergi.

Saya dan Satrio hanya tertawa. “Keren banget nih orang” saya berkata begitu berkali-kali. “Kita dicekokin banyak hal, trus belum sempet mikir,eh dia pergi… ”

Walhasil sepanjang jalan pulang dari Bintaro ke Sunter, saya dan Satrio berusaha keras mencari kalimat padat dan jelas untuk menceritakan Child can Lead. Ternyata susah😦

Dua hari setelah pertemuan itu, saya dan Satrio akhirnya bertemu dan kembali berusaha untuk merumuskan apa itu Child Can Lead dalam satu kalimat. Hasilnya : Child Can Lead adalah jembatan untuk anak-anak mencapai DREAM(Different.Responsible.Educated.Active.Manner) melalui perpustakaan kreatif dan kegiatan kreatif.

Obrolan sore dengan Mas Yudhis ini bukan obrolan biasa. Banyak ilmu yang saya terima dan selanjutnya menjadi pe-er bagi saya untuk berani mengaplikasikannya. Satu hal lagi yang dapat dari Mas Yudhis, bahwa  kalimat “Ada yang bisa dibantu?” adalah kalimat yang sakti. Dengan membantu orang lain, maka jalan kita nantinya pasti akan dimudahkan. Istilah saya, “menabung bekal”.

Jadi, ada yang bisa saya bantu?😉

 “Knowledge is of no value unless you put it into practice.”

~Anton Chekhov

One thought on “Ada yang bisa dibantu?

  1. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s