Lihat sekeliling kita!

Saya ingat sekali, waktu memulai Child Can Lead, Satrio dan saya kebingungan mencari “target” tempat. Kita memikirkan banyak alternatif yang semuanya memang mengira-ngira. Awalnya juga kami mencari data dari BPS, mencoba memetakan dan coba tanya sana sini metode yang pas supaya kita dapet target tempat. Belajar dari web sana sini, lihat data statistik ini itu..

Sampai akhirnya kita kebingungan lihat data. Dan hasilnya.. tetep aja nggak bisa decide tempat mana yang harus dibantušŸ˜¦ Lalu, dengan modal niat akhirnya kami pikir ya jalan aja… Coba dari tempat terdekat kita tapi memang belum pernah dilirik sebelumnya. Akhirnya kami menemukan Sungai Bambu, lokasi project pertama kami ini. Lokasi ini hanya selemparan batu dari kantor saya. Dekat sekali.

Setelah memulai Child Can Lead, saya sering cerita ke orang-orang yang saya temui tentang apa dan bagaimana project ini. Project sederhana yang dimulai dari “melirik sekitar” kita, yang sampai sekarang alhamdulillah membawa senyuman pada anak-anak Sungai Bambu. Mereka punya tempat belajar, mereka punya tempat bermain, mereka punya tempat berkreativitas, mereka punya senyuman yang tak pernah lepas, mereka punya cita-cita…

Ā Adalah Andina, seseorang yang saya ceritakan mengenai project ini. Dia terinspirasi untuk melakukan sesuatu. Mengukir senyuman atau melukiskan cita-cita bagi anak Indonesia. Dia mulai melirik pinggiran Sungai Musi yang terletak dikota Palembang, dan ditemukanlah sekolah ini..

Sekolah ini ada di kecamatan Gandus, Palembang. Mencapai sekolah ini perlu dengan sampan. Andina bahkan sempat membandingkan bangunan sekolah ini dengan bangunan sekolah yang ada di film Laskar Pelangi. Sebuah film yang sempat menggugah perasaan saya. CeritaĀ  lengkap seputar sekolah ini bisa di baca di blog nya Andina.

Begitu melihat foto di atas, terus terang saya makin sedih melihat potret pendidikan Indonesia. Gandus itu masih di pinggiran Palembang loh.. belum jauh dari kota. Dekat.. dekat sekali dengan kita…

Tapi toh sedih nggak akan menyelesaikan masalah. Karena kita sudah melihat dan tahu, bukankah kita bisa melakukan sesuatu. Sederhana, tapi bisa berkontribusi untuk mereka.

Mimpi Andina “hanyalah” agar anak-anak di sana bisa punya cita-cita besar dan bisa ā€˜melekā€™ kalo dunia itu luas, dunia bukan cuma seputar sampan, sungai, rumah panggung, dan sekolah.

Andina akan memulai menginisiasi pembuatan serupaĀ perpuskreatif di sana. Akan ada tempat, akan ada buku-buku, akan ada harapan, akan ada cita-cita, akan ada dunia yang terbentang luas untuk dilihat oleh anak-anak Gandus…

Bagi saya, kesederhanaan langkah seperti inilah yang akan membawa pengaruh besar. Bermodal “melirik” sedikit ke sekeliling kita, kita jadi bisa tahu, di mana kita bisa berkontribusi agar menjadikan hidup kita sendiri berarti… tak hanya bagi diri sendiri, tapi bagi orang lain.

Ā Sudah siapkah kita membagi sedikit yang kita punya, untuk mengukir senyuman anak Indonesia?

Bahu-membahu mengumpulkan yang sedikit untuk mewujudkan sesuatu yang besar…

3 thoughts on “Lihat sekeliling kita!

  1. saya ke kawasan ogan baru di kertapati, padahal itu belum terlalu pinggiran kota Palembang, dan masih bisa dijangkau transportasi, sama seperti lokasi SD Negeri 225 Ogan Baru yang juga mengalami hal tak jauh berbeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s