Penjara Diri

Tentang kemerdekaan tak mesti dibahas hanya di bulan Agustus. Karena kemerdekaan pun belum jadi hal yang lumrah di sekitar kita. Masih banyak penjajahan dan penjara yang bertebaran. Salah satu yang paling sering adalah penjara yang dibuat oleh diri sendiri.

“Saya bergolongan darah B, jadi saya ini.. bla.. bla..”
“Gue itu orangnya sensian, jadi bawaannya pengen marah terus..”

Nggak sedikit yang sering melontarkan kata-kata seperti itu. “Saya ini begini, jadi  begitu…”.
Saya sendiri termasuk yang sering mendikte diri saya dengan kata-kata itu. Bahwa saya itu A maka tindakan saya harus A. Semacam hukum sebab akibat yang mutlak harus dikerjakan.

Suatu saat seorang teman menegur saya, ketika saya mulai mengatakan “Aku itu orangnya…”.
“Jangan bilang begitu, artinya kamu mensugesti diri untuk hanya melakukan itu. Semua orang bisa berubah dan ga mesti saklek begitu”

Saat itu saya cuma diam. Nggak ngerti maksudnya apa.
Kenapa juga saya nggak boleh bilang saya ini anak yang melankolis jadi saya seharusnya bertindak sesuai pola? Kenapa juga saya nggak boleh bilang saya ini golongan darah O jadi harus berafeksi sama orang lain?

Lama setelah kejadian itu, saya dihadapkan di kejadian lain. Saat itu saya menghadiri acara Bincang Edukasi di Surabaya. Kebetulan selain jadi inisiator, saya datang untuk share tentang Child Can Lead di sana. Karena itulah, yang hadir jadi tahu bahwa saya punya perhatian lebih di Pendidikan anak.

Setelah acara, banyak pertanyaan yang terlontar ke saya. Diantaranya, ada satu pertanyaan yang sedikit menggelitik saya.

“Nanda, kamu punya latar belakang di bidang pendidikan?”
“Enggak, saya kuliah Teknik Industri”
“Ohh.. Ayah Ibumu ada yang di bidang pendidikan?”
Saya menggeleng.
“Keluargamu yang lain?”
Saya menggeleng lagi sambil tersenyum.

Kejadian itu buat saya teringat mengenai teguran teman saya. Saya mulai mengerti maksudnya. Ketika saya sudah mendeklarasikan bahwa “Gue itu orangnya…” maka saat itulah saya membuat lingkaran diri saya. Saya membatasi diri saya bergerak untuk dilingkaran yang didefinisikan oleh “gue itu…” dan akhirnya saya terbelenggu oleh definisi yang saya buat atau saya yakini.

Setelah pertanyaan di acara Bincang Edukasi, saya pun sadar. Bahwa seringkali tingkah laku itu didasari oleh pandangan orang atau pendapat-pendapat yang sudah menjadi umum. Misalnya: “karena orang tua saya guru, maka saya harus jadi guru.. atau paling tidak berada di lingkungan pendidikan”. Ini yang pada akhirnya saya sadari menjadi penjara bagi diri sendiri. Jalan kita terbatas pada pendapat yang terbentuk, baik oleh diri sendiri atau orang lain.

Penjara ini seperti menjadi “tempat aman” buat kita bersembunyi. Tapi, alangkah sedihnya jika  penjara diri yang kita bangun sendiri malah akan menghukum diri kita dengan mengikat bakat, keinginan, passion, cita-cita atau apapun namanya.

Kita tak jadi melangkah hanya karena memikirkan batasan karakteristik berdasarkan golongan darah, penggolongan sifat berdasarkan hari lahir, pengolompokkan shio, pembatasan umur, latar belakang keluarga, profesi, lingkaran pertemanan dan lain-lain. Rasanya akan jadi rugi buat kita sendiri.

Jika membiarkan diri kita dipenjarakan, maukah nanti di satu titik kita akan menoleh ke belakang dan berkata “Ahh, seandainya langkah saya tidak dibatasi oleh… maka saya sekarang sudah pasti bisa…”
Well yeah, menyesal selalu datang belakangan memang.

Mumpung punya waktu, kenapa tidak kita memerdekakan diri dari penjara diri?

7 thoughts on “Penjara Diri

    1. Ah betuuul.. Si bu puti ini punya passion di child education dari dulu nda.. Temen ngajar dulu waktu kuliah. Bedanya sekarang gw udah asik kerja dan dia masih idealis di bidangnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s