Music in my Head

Seberapa sering kita berkata halus, ternyata diteriaki?

Seberapa sering kita berusaha menghibur, ternyata dimarahi?

Seberapa sering kita bergerak memperhatikan, ternyata dicacimaki?

Seberapa sering kita bermaksud baik, ternyata dipersalahkan?

Tak jarang.

Tak jarang pula orang berhenti berbuat baik karena kelelahan digempur.

Berhentilah bertindak jika kamu lelah.

Bermusiklah untuk hatimu.

Meneriakkan apa yang ingin diceritakan. Bersulang untuk peluh yang dihasilkan. Mengeringkan luka yang ditorehkan. Menjadikan hatimu kembali utuh.

Mainkanlah musikmu.  Jangan berhenti. Biarkan dunia ikut menikmati. Meski mereka tidak mengerti. Bermusiklah hanya untuk hatimu. Mainkan terus di kepalamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s