Pop out card dan penghargaan

image

“Siapa yang sayang sama mamanya?”, dengan pertanyaan itu saya memulai acara hari ini.

Serta merta semua anak mengangkat tangan.

“Kalo sayang, kan biasanya kita bikin gambar buat diri sendiri, mau nggak kali ini bikin buat mama?”

Tanpa saya kira, semua menggeleng.

Saya tak mau memaksa mereka, akhirnya saya memulai sesi membuat “pop out card” hari ini.

Saya tidak memberi aturan apa gambar dan bentuk yang akan mereka buat. Bebas. Saya tidak mau mengabulkan permintaan anak untuk dibuatkan gambar yang “bagus” versi mereka. “kalau kak Nanda yang buat, bukan karya kamu dong…” begitu saya beralasan.

Setelah gunting tempel, akhirnya inilah bentuk yang mereka buat.

image

Beberapa bentuk mungkin serupa. Gambar hati, pohon dan awan. Tapi, saya senang ketika mereka berkreasi sendiri menambah bentuk yang mereka suka. Lebih senang lagi melihat senyum bahagia mereka saat hasil karya mereka selesai.

Sempat saya tanya lagi, “mau ya kartunya dikasih ke mama”, Aan, salah satu anak menjawab, “mama nggak suka kayak gini kak, ntar pajang aja di atas tivi.”

Saya tak bertanya lebih banyak. Biarlah sementara mereka menghargai hasil karya mereka sendiri, yang penting kepercayaan diri mereka terpupuk dulu. Suatu saat nanti saya berharap ada banyak orang di sekitar mereka yang menghargai hasil karya mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s