Reason to Stop

Sudah beberapa menit saya habiskan untuk mencari alasan kenapa harus berhenti. Berhenti yang dimaksud adalah “menyudahi” satu fase, bisa berpindah atau ya hanya berhenti. Tapi, bermenit-menit saya coba, agak sulit mencari alasannya.

Quarter pertama di tahun ini adalah masa yang cukup penting buat saya. Banyak keputusan besar yang dibuat, banyak kejutan yang tidak disangka-sangka karena saya (akhirnya) berani memutuskan sesuatu. Keputusan-keputusan yang ternyata tak butuh waktu banyak dan bertele-tele jika ternyata waktunya sudah tiba. Begitu saja. Keputusan yang akhirnya membuat saya berhenti di satu fase dan melangkah ke fase yang berbeda.

Dirunut ke belakang, saya merasa ketika kita menginginkan sesuatu dan waktunya belum tepat menurut Sang Penguasa, maka ya tidak akan terjadi. Tapi ketika bagiNya waktunya sudah datang, maka semua akan terjadi. Tiba-tiba ada keberanian, tiba-tiba ada kemudahan, bahkan di saat menurut saya “tidak mungkin”. Kembali, Dia yang mengatur kapan dimulai. Saya hanya mempersiapkan.

Bahagia? Pasti…

Sekarang masih dalam fase transisi. Rasa khawatir dan bahagia bercampur jadi satu. Semoga semuanya berjalan baik dan lancar🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s