Dibalik perjalanan ini

Di antara semua perjalanan yang dilalui tahun ini, rasanya perjalanan berhijrah adalah perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Bukan perkara beli tiket di traveloka, naik pesawat, menikmati pemandangan indah, sedikit kelelahan dan akhirnya pulang dengan membawa segenap memori ditambah lagi semua orang turut senang melihat memori yang dibagikan. Mungkin ada yang mencibir “ih, jalan-jalan terus” tapi ya hanya selintas lalu.

Hijrah ini adalah perjalanan terseok-seok meninggalkan yang kurang benar menuju jalan yang benar sesuai tuntunan Al Quran dan As Sunnah. Mempelajari sedikit demi sedikit sambil menyadari (dan menyesali) banyak hal yang belum dipahami selama ini. Perjalanan ini tiketnya mudah, membuka hadist shahih dan menilik AL Quran lebih dalam. Mudah, tapi sulit untuk dijalani. Hari ini semangat, besok kendor. Memompa lagi semangatnya rasanya terengah-engah.

Perjalanan ini bukan membuka panduan, lalu melakukan dan selesai. Setelah melakukan dipikir sudah, ternyata ada ujian yang bertubi-tubi. Tambahan lagi kebingungan orang di sekitar.

Kenapa harus berjilbab dan berkhimar panjang, kan cukup menutupi dada saja?

Kenapa harus tutup semua rekening tabungan? Bukankah yang penting rajin sedekah?

Kenapa harus menurunkan semua gambar di rumah? Itukan hanya photo?

Kenapa tidak mau ikut undian? Siapa tau rejeki kan?

Kenapa tidak mau mengucapkan ulang tahun? Bukankah bagus itu do’a?

Mungkin keyakinan di hati sudah cukup teguh, tapi rasa untuk menjelaskan akan keputusan bukan sesuatu yang mudah. Pahami semua ayatnya, jangan terpotong. Pahami riba, bukan perkara main-main. Pahami bagaimana rumah tidak dimasuki malaikat, padahal kau beribadah di dalamnya. Pahami bahwa banyak hal tidak dilakukan Rasul, mengapa kita harus mengada-adakan.

Setelah menjelaskan, lalu tak pelak datang cibiran. Belajar kenapa hanya satu sumber? Kenapa berubah, ikut aliran macam-macam ya. Kenapa sudah berhijrah kok masih gini, masih gitu.

Pahamilah wahai teman, aku sedang berjalan menuju kebenaran yang aku yakini. Ini perjalanan yang masih panjang, sepanjang sisa hidup yang Allah ijinkan. Jika memang tidak bisa berjalan bergandeng tangan, percayalah tetap do’a yang aku lantunkan setiap aku mengingat kalian. Marilah bersama-sama mendoakan atas pilihan-pilihan perjalanan yang kita ambil, sehingga kita bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s