Masuk Tipi nih!

Kapan lagi masuk tipi nasional, meski cuma beberapa menit, ya judulnya masuk tipi deh 😀 Shooting 4 jam, tapi muncul 5 menit. Yang di shoot juga rame-rame, sampe-sampe nggak berani bilang ke banyak orang, takutnya ga muncul soalnya. Haha.. Tapi, pas lagi beruntung, yang muncul banyakan hasil interview saya. Horay!

IMG_8863Karimah Trans 7, 4 Juli 2015

Gimana ceritanya bisa masuk tipi?

Jadi, beberapa minggu yang lalu saya ditelpon orang trans 7. Diajakin buat shooting acara “Karimah” di trans 7, pas lagi tema “me time”. Hla bingung juga kenapa tau nomor saya. Ternyata lihat nomor hape di instagram, waktu saya jadi contact person untuk acara “meet up” Kompakers Bekasi. Jadilah saya dikontak, sebagai anggota “Upload Kompakan” dan memang mau ceritain soal Upload Kompakan sebagai wadah mahmud-mahmud buat “me time” di sela-sela kegiatannya.

Apa itu Kompakers Bekasi & Upload Kompakan?

Jadi, upload kompakan itu sebenernya nama akun di instagram. Setiap harinya si admin akan info tema foto yang bisa kita ikutin, dan kita bisa upload foto sesuai dengan tema tersebut. Jadinya kompakan buat nge-upload dengan tema yang sama. Sebagai “reward” nya, tiap hari akan dipilih foto-foto yang paling menarik untuk di “grid” di akun Upload Kompakan. Oya, ini tulisan lumayan “resmi” mengenai sejarah Upload Kompakan

Founder dan ketiga sahabatnya suka janjian upload pecah belah bareng. Kebetulan kami banyak memiliki pecah belah yg sama. Janjian upload, lama2 ada teman2 lain yg ikut.
Disitulah founder berfikir untuk membuat akun aja utk mewadahi hobby ini.
Jadi pas di tanggal 9 Sepetemer 2014, lahirlah Komunitas @uploadkompakan, dan Echi Sofwan foundernya dari Medan.
Dinamakan #uploadkompakan karena kita harus upload secara kompakan, tema photo yg kompak & di waktu yg ditentukan.

Jumlah Member sudah 25ribuan. Di Indonesia dan Luar Negri seperti Korea, Jepang, Australia, Jerman, Belanda, qatar, Abu Dhabi, USA, dll

Dan pada bln November tiba2 founder ada timbul Ide utk mempersatukan kompakers di daerahnya masing2, dengan cara membuat hashtag sesuai tempat tinggalnya. Agar mudah bagi mereka utk mencari teman sedaerahnya. Misalnya #KompakersBekasi #KompakersSurabaya #Kompakersqatar dll. Dan member ada menunjuk 1 leader utk mengatur kegiatan2 mereka. Leader Tiap daerah itu kita namai Bu Lurah (Bulurik = Bu Lurah Cantik).
Kompakers sendiri itu sebutan utk member #uploadkompakan.

Media komunitas kami hanya Instagram.

Kegiatan rutin upload kompakan Di dunia maya ya upload kompakan, Terdiri dari Daily Theme & Theme Challenge; Theme Challenge ini berhadiah, jadi kayak lomba Photo gt, sudah 50 kali theme challenge.

Kalo kegiatan rutin di dunia nyatanya, Kompakers mengadakan silaturrahim “meet up”, Belajar decoupage, Workshop FoodPhotography, Ada juga yg renang & Yoga, Kegiatan sosial ke panti asuhan, Sedekah kompakan, & Medan kmrn buat Pengajian.

Sebenarnya ini wadah khusus perempuan Indonesia dimanasaja berada, tp ada yg laki2 mau follow kita akan confirm selagi niatnya bener2 mau upload juga, itu bisa dilihat dr photo2 instagramnya yg bagus2.

UK Tidak mengkhususkan tema pecah belah. Krn tema kita beragam apa saja.

Syarat menjadi member sangat mudah, Cukup follow & ikuti rules di UK.

Nah gitu deh soal Upload Kompakan. Next time saya mau ceritain udah dapet apa aja ya gara-gara ikut komunitas ini. Sekarang masih hore-hore happy karena masuk tipi. Hehe…

Membagi Mimpi Besar

 I always enjoy playing with kids. Letting them explore new things is my favourite moment…

Foto di atas di ambil oleh mas Iman, teman baru yang jago foto dan saya kenal di @shoeboxproject.

Acara @shoeboxproject ini sudah lama saya tahu dan ingin saya ikuti. Tapi, beberapa kegiatan yang dilakukan sebelumnya selalu bentrok dengan kegiatan @childcanlead. Jadi, ketika saya sedang tidak ada kegiatan, saya langsung berminat untuk ikut.

Shoeboxproject ini sudah sampai ke kegiatan yang ke-7. Setiap bulannya akan ada kegiatan yang berbeda-beda. Untuk kegiatan ke-7 ini datang ke sebuah sekolah dasar di daerah Pedongkelan Jakarta Timur. Ini sekolah SD dari kelas 1-6, terdiri dari 2 ruangan kelas dan diajar oleh 2 orang guru. Bisa bayangkan bagaimana jadwal mereka belajar? 😀

Hari Sabtu 2 April 2011 lalu, para volunteer datang untuk dibagi menjadi 2 kegiatan, renovasi gedung sekolah dan mengajak anak-anak belajar sambil bermain. Sekolah direnovasi dan diberi fasilitas misal kipas angin dan rak buku. Tim lainnya menemani anak-anak bermain sambil belajar. Sebelumnya, anak-anak diberi “Pe-er” untuk menuliskan mimpi mereka, lalu saat kami datang kami minta mereka untuk menceritakan ulang.

Ada salah satu anak, yang tulisannya berjudul “Musibah Membuat Tidak Bisa Sekolah”. Saat saya membaca sekilas judulnya saja saya merasa sedih. Anak-anak diajak “bermimpi”, namun yang mereka terpikirkan kok ya seperti itu. Apakah mereka sudah kehilangan pengetahuan mengenai “mimpi yang menakjubkan” atau “mimpi mendapatkan kesuksesan”? Entahlah…

Tapi, saya tetap optimis, suatu saat semua anak Indonesia akan punya mimpi besar. Mimpi yang menunjukkan bahwa mereka ingin sukses.

Bagi kita yang “sudah” mempunyai mimpi besar, bisa membantu mereka menginformasikan hal-hal baru. Membiarkan mereka eksplor banyak hal sehingga mereka punya pengetahuan yang lebih luas.

Melakukan kegiatan untuk membagi sedikit mimpi-mimpi besar kita untuk mereka…

Kegiatan serupa Shoeboxproject atau ChildCanLead lah yang bisa membantu mereka mewujudkannya. Dan kita semua-lah yang bisa membantu mewujudkan itu 🙂

I feel like I’m falling in love again

“If u want to feel happiness, simply falling in love. I think I’m falling in love again”

Sulit tidur, perasaan pengen ketemu terus dan selalu pengen berdekatan biasanya jadi ciri-ciri orang yang jatuh cinta. Ini yang saya rasain sekarang. Saya tadi tidur jam 10 malam, jam 1 pagi saya terbangun karena merasa hari ini belum membuat progress banyak pada children education project ini.

Begitu saya terbangun, ada mention dari Mbak Ollie begini:

Shukla Bose: Teaching one child at a time http://on.ted.com/8sTq cc@inandatiaka

Wow… she’s very a great mentor! Nggak ngelepasin saya begitu aja lohhh J

Lalu, saya bangun dan langsung nonton. Speaker di video TED itu adalah Shukla Bose. Dia mengajarkan pendidikan di slum area. Intisari yang saya dapat di video itu di antaranya adalah berikan pendidikan berkualitas dan harus yakin kalau mereka juga bisa mengikuti pendidikan dengan kurikulum berkualitas itu. Saya juga lihat semangat bahwa berubah itu bisa dilakukan, jika kita percaya.

Selain video itu, saya akan explore lebih banyak. Seperti yang Mbak Ollie bilang, cari referensi sebanyak-banyaknya. Jadi, salah satu langkah yang akan saya lakukan setiap hari adalah menonton video atau membaca tulisan inspiratif setiap harinya, yang related dengan project yang akan saya lakukan. Ini akan sangat membantu saya mendetailkan outline yang sudah saya buat.

Video lain yang saya tonton adalah Kiran Bir Sethi teaches kids to take charge http://on.ted.com/8sWE. Videonya menceritakan bagaimana menularkan prinsip “You Can “. Mentransformasikan  prinsip “teacher do” menjadi “Children do”. Membiarkan anak-anak untuk tidak takut melakukan sesuatu.

Ohya, saya ngerjain PeeR dari Mbak Ollie loh *mentee yang baik*. Yang saya buat adalah outline dengan prinsip 5W1H. Metode 5W1H ini membantu saya mendefinisikan inti dari project ini dengan baik. Tapi,masih perlu di detailkan lagi setiap pointnya.

Sedikit bocoran, project yang saya buat ini keywordnya adalah”leadership”, “book and sharing”, “creating smiles” and “going thousand miles”.

Dari keywords-nya juga sudah ketahuan ini akan pakai buku sebagai salah satu media-nya. Jadi, untuk teman-teman yang berminat untuk membantu project ini, salah satunya adalah dengan menyumbangkan buku-buku. Jangan takut untuk menyumbang jenis buku apapun, sejauh buku tersebut bisa memberikan pengetahuan yang positif  🙂 Silahkan contact saya di email inandatiaka[at]gmail.com.

Nggak cuma buku, kalau teman-teman punya minat yang sama, punya ide apapun terkait dengan children education in Indonesia, mari kita diskusi. Bisa lewat komen di blog, email saya tadi, atau lewat twitter saya di @inandatiaka.

Ini memang baru hari pertama, tapi saya yakin, langkah-langkah kecil yang saya buat setiap harinya akan menjadi dasar yang kuat buat saya untuk mencapai thousand miles 😉

Ahya, terkait children education juga, hari ini saya pergi ke RS Dharmais buat bertemu dengan salah satu pengurus Yayasan Pita Kuning. Honestly saya belum bisa cerita banyak tentang ini karena belum terjun langsung. Hari ini saya baru berdiskusi seputar kegiatan dan beberapa cerita tentang bagaimana handling anak penderita kanker.

Salah satu cerita yang buat saya tersentuh adalah ketika salah satu anak, namanya Aji,  anak kecil penderita kanker yang sudah 2 kali mengalami perawatan (seharusnya anak bisa diobati dengan cukup 1 perawatan saja) bilang begini kepada dokternya:

“Dokter, jangan pernah menyerah untuk mengobati saya ya Dok..”

Hmmm… anak kecil penderita kanker dengan tingkat risiko tinggi seperti dia aja bisa menyemangati dokter untuk tidka berhenti menyerah. Saya jadi malu dengernya. Sering mudah menyerah kalau melakukan apapun.

Ahhh…  saya rasa saya sedang jatuh cinta dengan project ini. Jam segini aja belum tidur 🙂

Kamu, sedang jatuh cinta pada apa?

😉