Guilin, kota yang tampak seperti Lukisan

Tiap tahun, kantor saya ngadain travelling ke Luar Negeri. Kali ini saya jadi panitianya, dan setelah diskusi pilihan tempat dan konstrain budget saya pilih Guilin, China. Sebenernya saya milih karena pingin liburan jauh dari kota besar. Sudah cukuplah saya tiap hari menikmati macet di ibukota. Biar fresh!

Kenapa Guilin? karena konon katanya kotanya indah bagai lukisan.

Ini salah satu sudut kota Guilin.

ed_MG_4388

Kemana aja ke Guilin?

Hari pertama kami ke Yangshuo, ceritanya mau menikmati sungai Li. Selama disini cuacanya berkabut, jadi fotonya gak ada yang kece. Selama perjalanan bolak balik menyusuri sungai akhirnya foto-foto diri aja banyaknya. ed_IMG_6671

Malamnya kami sempat melihat Liu Sangjie Show. Menurut saya ini hukumnya wajib untuk dilihat. Keren banget! Pertunjukkan ini ada di alam terbuka, di atas air dengan latar belakang batu kars. Pertunjukkan ini  diperagakan oleh ratusan orang. Detail gambarannya bisa lihat di sini. Selama pertunjukkan sampai terkagum-kagum dan nggak berhenti mikir “kok bisa ya? keren banget!”

IMG_2412.JPG

Hari kedua pergi ke gua stalagtit stalagmit yang namanya Reed Flute Cave. Dibilangin gua seruling karena konon katanya dari mulut gua bisa dibuat jadi seruling. Sebelum datang kesini bayangan saya kalau yang namanya gua stalagtit stalagmit itu guanya basah licin, becek kayak gua Buni Ayu yang dulu saya pernah datangi. Taunya salah besar! Guanya kering, dan di dalamnya disinari lampu berwarna-warni. Yang saya kagumi dari Guilin ini, setiap tempat wisatanya punya “cerita” di baliknya. Jadi, sepanjang berjalan di  gua ini kami diberikan dongeng dengan background si stalagtit stalagmit. Contohnya foto di bawah. Kalau diperhatikan di bagian yang berwarna pink itu tampak seperti singa. Bagian ini ada di dekat pintu keluar, jadi diceritakan bahwa si Singa mengucapkan selamat jalan dan terima kasih kepada kita.

ed_MG_4535.JPG

Besok harinya lagi kami ke Yao Mountain. Ke atasnya menggunakan cable car. Lihat cable car yang nggak tertutup bikin deg-degan. Tapi, seru banget bisa lihat Guilin dari atas. Sayangnya,  lagi-lagi tertutup kabut jadinya ga bsa maksimal hasil fotonya. Ditambah lagi takut megang kamera karena takut jatuh plus ga sanggup buka sarung tangan karena dingin.

_MG_4806.JPG

Setelah itu ke ZhiZou Park. Taman ini indah banget. Ada bunga Mai yang sedang bermekaran, bunga ini mirip dengan sakura tapi kelopaknya lebih “mengumpul”. Cantik banget.

ed_MG_4866.JPG

Beruntungnya kami, di taman itu lagi bermekaran bunga Tulip. Jadi, bisa ngelihat langsung bunga khas Belanda ini.

ed_MG_4879.JPGMalam harinya sempat main ke Sun and Moon Pagoda yang dekat dengan tempat kami menginap. ed_MG_4663.JPGBanyak lagi sebenernya foto-foto indah di Guilin. Saya sampai punya stock foto diri sendiri cukup banyak hehe…

Salah satu yang saya kesulitan di Guilin adalah meyakinkan diri saya bahwa makanan yang disantap itu Halal. Di hari pertama saya masih makan mie khas Guilin yang memang restorannya klaim bahwa tidak ada bahan makanan tidak halal. Tapi di restoran lainnya saya ragu-ragu, meskipun tour Guide nya sudah bilang bahwa makanannya dijamin No Pork. Jadilah Gepuk dan teri kacang jadi lauk saya selama di Guilin.

ed_MG_4098.JPG

Oya, suhu di sana cukup dingin sejuk. antara 6 sampai 13 derajat celcius. Suhu segitu karena kami berangkat di tanggal 22-26 Februari 2016.

Soal belanja, kami ada dua tempat yaitu di West Street Yangshuo dan ZhengYang Pedestrian Street di Guilin. Jualannya sama aja dari kain-baju cheongsam, patung-patung dan souvenir dengan rajutan khas China. Saya sempat beli sarung bantal, pashmina dan beberapa pajangan teko mini. Untuk harganya cukup murah. Tapi, karena murah jadi menguras kantong :p Lebih murah di ZhengYang menurut saya, dan penjualnya lebih ramah.

Kalau ikut tour, biasanya di bawa ke toko pemerintahan. Saya  saranin sebelum pergi tanya dulu produk mereka apa saja supaya bisa spare uang lebih. Saya cukup menyesal ga beli teh atau produk Bambu dari toko pemerintahan, karena uangnya udah dipake buat beli yang kecil-kecil di pasar 😦

Overall, saya suka Guilin dan suasanya. Rasanya di setiap sudut itu indah dan menyenangkan. Saya lebih kagum lagi ke pemerintah China yang mampu mengelola pariwisatanya dengan hebat. Meskipun saya yakin kalau Indonesia nggak kalah indah, tapi kemudahan transportasi dan pengemasan pariwisatanya sungguh luar biasa.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Liburan Bersama Balita ke Singapore (part 2)

Di postingan kali ini saya mau cerita soal teman menarik dan (mungkin) dikunjungi kalau jalan-jalan dengan anak Balita ke Singapore. Pertimbangannya saya pilih tempat ini adalah minim kerumitan kalau jalan berdua aja dengan anak Balita.

Pororo Park

Saya dapat info dari Merlyn kalau Pororo Park baru dibuka di Singapore. Langsung jadi list pertama yang saya masukin, karena Aka selalu ketawa kalau lihat Pororo. Dengan biaya SGD 32 per anak dan SGD 6 untuk pendamping dewasa, Aka bisa main selama 2 jam di sana. Setiap kelebihan 30 menit kalau nggak salah harus nambah SGD 5.

ed8

Ada beberapa permainan di sana, diantaranya kolam bola, rumah Pororo, ruang menggambar, atraksi boneka Pororo, nonton video dan kereta Express. Karena main bebas di sana, saya baru nyadar kalau Aka punya kecenderungan “Concern for Order”, dia nyusun-nyusnin cone rapih banget dan marah kalau diacak2, hahaha. Selain itu, saya nggak nyangka Aka berani naik kereta Pororo sendiri! Wuihhh, I’m a proud mama!

Sayangnya, waktu dua jam ya gak puas dengan berbagai permainan itu.

Singapore Art Museum

ed9

Tempat yang nggak sengaja didatengin. Tadinya Bunda mau belanja di Bugis, tapi kok ya nggak minat pas lihat barang-barangnya. Jalan terus ke arah Bras Basah, nemu gedung unik. Awalnya cuma niat buat foto-foto gedung, tapi lumayanlah pengen ngadem sebentar. Ternyata ini ketidaksengajan yang menyenangkan. Bayar SGD 10, dan seneng banget liat segala bentuk seni di dalemnya.

Mueseumnya menyenangkan karena interaktif. Ada bagian “Learning” yang ngajak pengunjung untuk ikutan membuat objek seni. Keren deh!

S.E.A Aquarium Resort World Sentosa

IMG_1219.JPG

Tempat favorit Aka! selama di dalamnya dia nggak berenti teriak “Wuuaaaaa Fiiisshhh” kenceng banget karena excited. Lari sana sini pindah dari satu aquarium ke aquarium lain dan selalu excited. Puas banget deh ke sini.

Tadinya, mau ajak Aka ke USS, tapi sayang udah banyar mahal tapi atraksi yang bisa dimasukin dikit. Belum lagi pake ngantri banget karena rame. Untungnya nggak salah pilih ngajak Aka ke sini.

Harganya? SGD20 aja! beli pake exclusive deal bareng pas beli SG tourist pass. Kalau beli langsung, pas weekend kayak kemarin harganya bisa SGD 68. Lumayan kan jadi lebih hemat.

Float @ The Bay

ed7

Lagi-lagi di luar itinerary yang dibuat. Naik boat  gara-gara paketnya bundling dengan exclusive deal nya tourist pass. Dengan SGD 15 aja bisa mengelilingi Singapore river malem-malem naik kapal disuguhi minuman dingin.

Sayangnya kemarin pas hujan, jadi foto-fotonya nggak jernih banget dapetnya. Aka? suka bangeet… ada musiknya dia sambil joget-joget. Apalagi pake hujan, tambah happy dia.

Chinese Garden

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Taman yang guedeee banget. Bisa jadi alternatif kalau mau piknik dan foto-foto. Datang ke sini karena Ayah mau lihat museum kura-kura. Dan emang seneng banget lihat museumnya karena banyak berbagai jenis kura-kura meskipun menurut Ayah penanganannya kurang tepat.

Kalaupun nggak ke museum, sebenernya banyak reptil juga berkeliaran kayak kadal atau kura-kura di kolam. Sayangnya kemarin kita kehujanan, jadi nggak bebas explore tamannya.

Marina Bay

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Daerah sini mah termasuk yang “wajib” kunjung ajalah.

Selain tempat-tempat di atas ya ke Orchard aja. tapi kayak Marina Bay yang jadi tempat “sekadar” lewat doang, berhubung saya juga nggak doyan belanja, hehe…

Nah, itu itinerary kemarin selama di Singapore. Sampai jumpa di cerita liburan keluarga lainnya 🙂

IMG_1142

Liburan Bersama Balita ke Singapore (part 1)

Rencananya adalah tiap awal tahun kami sekeluarga travelling ke tempat baru. Tapi, Ayah lagi susah dapet cuti sekarang, dan kemarin liburan yang direncanakan ke Bali jadi batal deh 😦 Gak dinyana, pas awal bulan Desember kemarin Ayah ada acara kantor ke Singapore. Dipikir-pikir daripada nggak liburan sama sekali mending “ngintil” Ayah. Tapi, ya judulnya “ngintil” berarti nggak bisa bareng terus-terusan. Dari 3 hari di Singapore, cuma 1 hari full yang bisa bareng Ayah, sisanya ketemu sore harinya aja. Praktis sebenernya ini acara Bunda & Aka travelling bersama.

Khawatir? iyalah pasti. Cita-cita dari dulu pengen solo travelling aja nggak pernah kesampean. Kali ini kudu jalan bawa si anak kecil yang full bergantung sama saya. Tapi, ya judulnya Singapore ya yakin ajalah. Selain emang udah pernah dan land transport nya Singapore kan udah bagus banget, jadi ya nggak bakal nyasar-nyasarlah.

Persiapan

Ceritanya Aka udah lebih gedean dibanding pas jalan ke Kuala Lumpur di awal tahun. Harusnya nggak khawatir lagi soal makanan, ngikutin makan Bundanya juga udah bisa. Tapi, botol minum nggak boleh lupa dibawa. Ternyata emang bener selama di sana Aka minumnya banyak banget.

Selain botol minum, yang perlu dibawa adalah Stroller. Awalnya pikir karena jalan berdua enakan digendong. Tapi, kalo gendong seharian dan Aka beratnya udah lebih 11 kg, Bundanya bisa sakit pinggang. Tapi si Ergo Carrier tetep dibawa buat jaga-jaga. Oya, saya bawa ransel yang isinya pampers dan baju gantinya Aka selama di jalan.

Transportasi

IMG_1257

Berhubung Ayah ada acara di Batam dulu, dan ke Singapore nya naik Ferry Boat, saya lebih milih ke Singapore langsung, supaya bisa lebih banyak jalan-jalan bareng Aka. Konsekuensinya, ya dari Bandara harus berdua aja bareng Aka ngebawa stroller, ransel plus koper. Rencananya naik taksi dari bandara ke Hotel. Sebenernya deket, dan biayanya estimasi sekitar SGD18 tapi ada airport charge, jadi minimum sekitar SGD28. Dasar emang emak-emak irit ya jadi kudu cari alternatif. Tadinya mau nekat naik MRT, tapi kok ya nggak mungkin dengan barang segitu banyak. Ternyata ada Airport shuttle dengan biaya SGD9 saja! Aka belum dihitung karena masih di bawah 3 tahun. Jadi, ini semacam bis kecil yang isinya buat sekitar 7 orang aja, trus nganterin dari Airport ke hotel mana aja di kota dengan biaya sebesar SGD9/orang. Murah kan? Kekurangannya emang nggak boleh bawa koper leboh dari 1 per orang dan pastinya jadi saling nunggu karena nganter orang duluan. Untungnya kemarin kita dianter duluan. Yaiy!

Oya, transport selama di SG saya beli Singapore Tourist Pass buat 3 hari. Biayanya SGD 20 untuk semua jalur MRT, LRT dan Bus. Ini rekomen banget deh, buat yang itinerary nya nggak terlalu fix kayak saya. kalo diitung-itung jadinya lebih murah sih. Dan pastinya nggak perlu ngantri buat beli dan balikin kartu tiap hari kalo beli per trip.

Hotel

IMG_1102

Hotel saya pilihnya yang paling dekat dengan stasiun MRT. Alasannya simple, kalo capek jalan-jalan siang, saya bisa ajak Aka pulang dulu buat istirahat. Dengan pertimbangan budget dan tempat tujuan wisata akhirnya saya pilih V Hotel Lavender (4star). Letaknya persis di atas stasiun MRT Lavender. Saya pesannya di Traveloka untuk 2 malam IDR 2.356.067.

Review-nya: kamarnya bersih, emang agak kecil (sekitar 3x4m), tapi lokasi mengalahkan segalanya deh! Deket stasiun MRT dan di sebelahnya ada kopitiam yang jual berbagai makanan halal.

Makanan

Selama di sana belinya McD, nasi hainam di kopitiam sama kaya toast. SG mah bukan tempat kuliner deh. Selain sulitnya nyari makanan halal, rasanya nggak pas aja di lidah saya. Hari kedua dan ketiga saya bahkan udah nggak nafsu makan 😦 Anw, rata-rata sekali makan itu SGD5 per orang.

Btw, postingannya ntar nyambung ke part 2 ya!

ed4.JPG

 

Liburan santai di Kuala Lumpur

Udah kepengen banget liburan, sejak nikah dan punya anak rasanya belum sempet jalan-jalan bertiga. Ngusulin sama suami jalan-jalan ke Eropa dua minggu langsung ditolak mentah-mentah 😀 Jawabannya “liburan yang deket aja belum pernah. Manalagi 2 minggu, mana dapet cuti!” Haha.. ya maap, saya kan lagi cuti setahun jadi ga kepikiran tuh 2 minggu ga ngantor :p

Awal Desember suami bilang ke Singapore aja. Tapi, cuti suami belum di approve juga. Trus suami juga keliatan gak pengen ke Singapore, alasannya “Di sana emang ngapain? Kamu nggak bosen ke Sing mulu?” Yaa juga sihh.. tapi saya keukeuh ke Sing soalnya mau ngajakin Akatara ke Singapore Zoo. Jadi itinerary tetep disiapin ke sana.

Sampe akhir Desember barulah suami dapet cuti awal Januari. Karena rencana awal mau pertengahan januari pergi supaya tiket murah, jadi terpaksa hunting tiket ulang deh. Begitu liat tiket ke Sing udah 2x lipat dari budget. Sekitar 6 juta yang paling murah. Iiihhh.. gak rela ngeluarin segitu deh. Daripada gak jadi liburan, mending cari alternatif lain, suami usulin ke Bali. Saya gak mau, soalnya keukeuh pengen ngecap paspor Akatara. Akhirnya browsing sana-sini, yang paling murah ya Malaysia. Diputuskanlah ke Kuala Lumpur dengan book tiket sekitar seminggu sebelum dan dapet harga 3.4juta pp bertiga naik Lion Air. Yaaa lumayanlahya buat high season dan beli tiket dadakan *nyenengin hati*. Jadilah kami ke Kuala Lumpur tgl 3 januari pergi jam 9 pagi pulang 6 januari jam 3.30 sore.

Dulu pernah ke KL sekitar 15 thn lalu sama ortu, ingetnya KL ya nggak gitu seru. Jadi, pergi sekarang ga terlalu ngarepin macem-macem. Begitu udah nyampe sana… pikiran langsung berubah!

Transportasi

Salah satu yang bikin awalnya males ke KL karena seinget saya dulunya kalau di KL ini kemana-mana harus pake taksi. Mengingat KL mirip Jakarta, ngebayangin macet dan mahalnya taksi bikin males. Untungnya Mas Adit (adek yang pernah tinggal di KL) meyakinkan kalau kemana-mana bisa naik kereta. Seneng deh dengernya, meski *lagi-lagi* nggak ngarepin segampang transport di Sing.

Begitu sampai bandara KLIA2, kita langsung naik KLIA Express untuk mencapai stesen KL Sentral, sebelum nantinya nyambung monorel ke Bukit bintang supaya bisa mencapai hotel tempat menginap. KLIA Express ini kereta cepat yang bisa mencapai KL sentral dalam waktu 33 menit! Seneng banget deh perjalanan cepat dan nyaman. Akatara sampe lari-larian sana sini dalam kereta karena girang. Hehe…

Nah, sampai di KL sentral kami melewati mall Nu Sentral yang nyambung sama stesen monorel. Ohya, mall nya nyambung ya, jadi seru aja geret-geret koper ga kerasa capek karena sambl cuci mata 😀 Si KL sentral ini semacam interchange gede nya perstasiunan di KL deh, jadi kalo bingung mau kemana-mana, capailah KL sentral dulu.

Selama di KL tranport ya naik kereta, monorel, LRT dan bis Go KL yang gratis. Bis ini sebenernya enak karena gratis dan armada lumayan banyak, tapi tetep aja less favorite deh, soalnya jalanan di KL suka macet, apalagi jam pulang kantor. Pernah sekali kita naik, sampe turun tengah jalan karena males nunggu macet. Nah, enaknya di KL ini pedestrian friendly. Trotoarnya gede-gede dan nggak ada tukang jualannya kayak di Jakarta :p Ohya, saking ramah pejalan kaki-nya, sampe dibangun jembatan antara mall Pavilion dan KLCC. Jembatannya panjangnya sekitar 1.1 km, jauh sih buat saya, tapi kami tempuh dalam 10 menit saja.  Meski terasa jauh tapi tetep asik  kok karena dengan lebar 5 meter dan ber AC, jadi nyaman banget!

Overall, untuk trasport disini nyaman dan murah. Enaknya juga emang tempat yang stroller friendly, jadi bawa-bawa bayi tuh tetep nyaman. Karena sistem transportasi terintegrasi, jadi ngeliat rutenya juga gampang, bisa liat di sini lengkapnya.  Buat turis, juga ada KL HoHo Bus, yang bisa nganterin keliling tempat menarik di KL, harganya RM45 untuk 24jam, kita gak naik itu karena alasan fleksibilitas dan tentunya gak mau kena macet. Btw, kita habisin RM170.4, yang mana RM140 nya untuk KLIA Express.

Hotel

Hotel yang saya pilih itu Wolo Bukit Bintang, pesen dari Agoda. Lokasinya strategis banget buat turis deh. Dikelilingi mall Sungei Wang, Lot 10, pavillion, Fahrenheit 88 de el el. Buat turis yang suka belanja sih ini enak banget. Walau saya nggak suka belanja, tetep suka tempatnya karena deket banget sama stesen monorel (tinggal nyebrang) dan dikelilingi restoran enak-enak. Untuk harga juga sebanding sama kenyamanan yang didapet (sekitar IDR 1jt per malem untuk type our room). Reccommended lah pokoknya! Kekurangannya cuma 1, breakfast nya nggak heboh kayak hotel-hotel bintang 4 lain. Dia ngandelin french breakfast. Roti-rotian gitu.. Saya sih suka, cuma kalo yang biasanya breakfast dengan nasi kayak kurang nampol Hehe.. Ohya, Wolo ini satu bangunan dengan toko roti Tour Le Jours, jadi rotinya emang fresh baru di bake. Enak!

KLwolo

Tempat Menarik

Karena judulnya liburan santai dan sambil bawa anak, jadi emang nggak banyak tempat yang dikunjungi. FYI, hari kedua kita jam 3 sore udah di hotel dan leyeh-leyeh sampe malem ga kemaana-mana lagi. Hal yang nggak mungkin dilakuin kalo jalannya sama temen-temen ala backapacker hahaha… Selain mall sekitaran hotel, ini tempat yang didatengin:

Petronas dan taman KLCC

Petronas ini ada di daerah KLCC. Ada Suriah KLCC mall dan playground buat anak-anaknya. Aka happy banget main disana. Ohya, perlu diinget main disana buat foto-foto mendingan pagi atau sore. Hari pertama ke sana siang-siang yang ada panas dan foto backlight semua. Hari ketiga dateng sore lebih adem.

KLpetronas1KLpetronas2

Masjid Jamek, Abdul Samad Building, Muzium Tekstil Negara

KLabdul samad

KL City Galery

Amazed sama tempat ini. Cara promosiin KL nya luar biasa. Ada miniatur bangunan di KL, cara pembuatan souvenir dan pertunjukan yang seru. Tiket masuknya 5RM. Tapi si tiket masuk ini jadi cash voucher yang bisa kita belanjain makanan atau souvenir di situ. Cara cerdas banget deh mengolah tempat.

KLKL city galery

Batu Caves

Lumayan jauh dari KL, tapi tinggal naik kereta (KTM) dari KL sentral sekitar 20 menit. Harusnya bisa naik buat liat guanya, tapi kami ogah naik 272 tangga sambil gendong Aka dan gotong stroller. Cukup Absen foto di depannya.

KLBatu caves

Central Market

Pusat oleh-oleh di KL. Di deket situ ada Petaling street, tapi nggak menarik buat saya, karena kebanyakan jualan fake bag alias tas KW.

KLcentral market

Cullinary

Yang paling happy sama makanannya ya Akatara. Dia doyan banget sama nasi lemak. Pulang ke Jkt terpaksa deh dibikinin nasi lemak biar doyan makan lagi. Ini dia kuliner yang dicoba

KLphoto 1Start Kiri Atas-CW:

1. BB (Bukit Bintang) Chicken Rice. Nasi Hailam-nya enak banget! Harus dicoba deh, Tempatnya di perempatan bukit bintang, deket stesen monorel.

2. Nasi Kandar Pelita. Konon nasi briyaninya ini terkenal banget. Enaklah buat saya. Tempatnya deket Mall Suria KLCC, seberang Le Apple hotel.

3. Shawarma Lam (chicken Kebab), rasanya enak dan seger – Jl Sultan Ismail Ain Arabia (deket perempatan BB).

4. Nasi Briyani Chicken Masala Yusoof dan Zakhir, enak juga nasi briyaninya – Tempatnya samping Central Market.

Ohya, selain itu sempet nyobain Nasi Ayam Chee Meng yang terkenal banget di Bukit Bintang. Cuma menurut saya rasanya masih kalah dibanding Nasi Hailam nya BB Chicken Rice.

Waktu malem terakhir di KL kita udah nyerah makan nasi lemak, akhirnya makan Toppokki dan Tom Yum di Food Republic nya Pavilion. Tapi emang enak dan porsinya besar.

KLphoto 2

Untuk minumannya, selama di sana minum teh tarik sejuk dan Milo sejuk 😀 Untungnya nggak batuk meski minum es terus 😉

Overall, kuliner di KL enak dan murah. Buat 4 hari makan kita habisin RM208.7

Kesimpulannya

Liburan di KL overall menyenangkan! Di luar ekspektasi deh, terutama soal transport dan bagaimana si pemerintah Malaysia mengolah pariwisatanya. Would love to back there. Mungkin next trip kalau Aka udah gedean bisa diajakin ke Legoland atau theme park di Genting supaya dia bisa main-main lagi.

Btw, ini random pic yang diambil di jalan-jalan KL. Ada orang yang ngebonceng monyet pake motor, trus yang paling disuka itu es krim Milo. Enak!

KLrandomFoto akatara yang happy selama di KL

KLakatara

Memory

Dalam 2 bulan ke belakang, saya lumayan sering jalan-jalan. Alhamdulillah, ke tempat-tempat yang saya pengen kunjungin. Tapi entah gimana, biasanya saya semangat foto-foto, tapi belakangan saya dikiiit banget ngambil foto. Hasilnya gada yang memuaskan. Lebih parah lagi, pas ke Korea, udah foto milih-milih di spot yang “dianggap” bagus, ehh… memory card nya corrupt. 😥 😥 Walhasil, foto-foto saya cuma dikiit banget. Nih saya kasih tunjuk, plus tambahan sedikit cerita jalan-jalannya ya.

Ini foto dari Lombok, 7 Desember 2012. Ngambil view seadanya dari Hotel Villa Ombak, Gili Trawangan. Dateng ke Gili tanggal-tanggal segitu oke kok. Tapi, jangan ke pulau Lomboknya, karena sering hujan deras. Entah gimana, meskipun seberangan pulau tapi di Gili gak kena imbas hujan. Ohya, jangan coba-coba keliling pulau genjot sepeda sendiri ya. Capek dan panasnya terik puoolll…

Lombok1

Diambil tanggal 30 Desember 2012, (lagi-lagi di hotel) Royal Safari Garden, Puncak. Hotelnya lumayan enak buat didatengin bareng keluarga. Ada lapangan basket, tenis, kolam renang, trus ada kebun binatang kecil. Lumayan lengkaplah.

_MG_6348

Tanggal 4 Januari 2013 saya dateng ke Pulau Belitong karena ada acara kantor. Sangat tidak direkomendasikan datang ke sini di musim hujan. Harusnya saya bisa island hoping, jadi nggak bisa karena ombak gede 😦 Jadilah saya dateng ke Pantai ini saja.. yang saya bahkan lupa namanya hehe..

Belitong

Naahhh.. yang ini diambil di Korea tanggal 26 Januari 2013, pas jalan-jalan bareng teman-teman sekantor. Waktu memutuskan ke Korea, trus dikasih tau sama orang pariwisata Korea kalau Januari itu salju dimana-mana dan view nya jelek karena semua ketutupan salju. Belum lagi ditambah suhunya yang bisa minus 30 bisa bikin sakit buat yang gak tahan dingin. Kita sempet males mau berangkat dan cari destinasi lainnya.

Tapi, akhirnya kita tetep aja berangkat, mungkin karena lagi demam K-pop kali ya. Biar ikut-ikutan trend. Heheh..

Sampai di Korea… Wohoooo… senang sekali! View nya tetep cantik, malah dengan salju makin keliatan romantis deh 😉 suhu terdingin “cuma” minus 12 derajat celcius dan alhamdulillah dengan baju 6 lapis plus hand warmer yang kita beli di sana, ga terlalu ganggu. Kayaknya kita gada yang sampe sakit deh. Tempat-tempatnya oke banget, tour leader kita baik, trus local guide nya sangat membantu sekali. Menyenangkan deh perjalanan ke sana. Nggak nyesel tetep nekat berangkat. Dateng ke Korea pas winter sangat recommended!

_MG_6988

Yak itulah sedikit cerita jalan-jalannya. Meskipun memory dalam bentuk fotonya ga banyak, tapi “rasa” dan pengalamannya mudah-mudahan selalu melekat. Semoga tahun ini dan tahun-tahun ke depan banyak mengunjungi tempat menarik lainnya. Amiiiinnnn 😉

Zurich, Switzerland

Saya: Pa, negara apa ya yang udaranya dingin, tapi maju?

Papa: Swiss.

***

Percakapannya cuma seiprit, tapi terus-terus keinget . Awalnya nanya gitu sama Papa karna saya suka pake baju model Coat. Trus kalo di pake di Indonesia yang cuacanya panas kayaknya kurang sreg, makanya saya bercita-cita buat tinggal di daerah dingin biar bisa terus-terusan pake baju model gitu tanpa mesti banjir keringet.

Kesininya, saya sempet lupa sama cita-cita saya itu. La wong sekarang saya bisa cuek aja pakai coat di Jakarta yang panas ini. Jadilah si Swiss, yang temperatur  musim dinginnya mencapai  -4 °C , sejenak terlupakan.

Beberapa waktu lalu, temen saya nge-blast email tentang Swiss, terutama Zurich. Bikin saya inget lagi sama mimpi saya. Di dalam emailnya ada sebaris kalimat yang bikin ngiler adalah:

Sedangkan perihal gaji, survei yang dilakukan terhadap 37 kota menunjukkan bahwa pekerja di Kopenhagen, Zurich, Geneva, dan New York memiliki gaji kotor yang tertinggi. Zurich merupakan kota yang tidak tertandingi soal gaji.*

Wow Yeah!! Siapa gamau gaji tinggi,, apalagi ditambah kalimat ini:

Jadi, pekerja di Swiss mendapatkan gaji paling tinggi dan pajak rendah serta jam kerja lebih pendek.

Hmm.. ngiler ga tuh! Tapi, emang sih tiba-tiba pas saya cari-cari lagi kalau Zurich ini negara dengan biaya hidup termahal ke enam di dunia. Bikin drop dikit, tapi gapapa lah. Toh di Jakarta juga gitu. Gaji segini, biaya hidup segono (berapa sih segini dan segono itu??) . Biar ga keterusan ga semangat, saya ngulik-ngulik lagi, ternyata Zurich jadi World’s most livable city in the World. Ini artinya dia memenuhi beberapa kriteria seperti keamanan, cuaca, kualitas arsitektur, toleransi, kondisi bisnis dan pelayanan kesehatan. Siapa nggak mau tinggal di sana? Yaiy! Semangat lagi jadinya *dancing banana*.

1

Berjemur di pinggir danau Zurich, jalan-jalan santai menikmati pemandangan alam sambil chit chat bareng si itu tuuuhh.. (itu tuh siapa), kayaknya bakal nyenengin banget. Karena kota ini dikelilingi lembah dan di tengahnya ada danau. Mau sambil naik kapal menyusuri sungai Limmat atau nyebur-nyebur di air sungainya yang kabarnya air terbersih di dunia. Hmm..hmm.. would be very wonderful day. Puas main-main di aer kayaknya bakal seru banget kalau maen ke atas gunung. Berdiri di Uetliberg terus mandangin  panorama kota Zurich, mau treak-treak dari atas juga barebas. Jangan malu aja ya kalau pergi sama saya trus saya mencak-mencak di atasnya sambil bilang berkali-kali “ihh,,keren banget. Oke banget. Gaya abis”.

4

Habis maen aer trus panjat gunung, nyobain main-main bareng Lemur yang ada di Hutan Hujan Masoala bakal fun abis. Nggak kebayang saya bakal motret-motret-in segala jenis tumbuh-tumbuhan langka sama hewan-hewan lucu. Hmm, mohon bersabar bagi yang bepergian sama saya dan harus jepret sana jepret sini demi mengabadikan momen. Ohya, hampir lupa maen jebar-jebur di Rhine, air terjun terbesar di Eropa. Jangan lupa fotoin saya di sini ya!

Oh God, now I’m drooling

  Kalo maen-maen di alamnya udah, sekarang maen-maen di tengah kota. Yuk ahh nikmatin 100 galeri seni dan 50 museum di Zurich. Gempor-gempor deh. Tapi siapa sih yang ga kepengen poto-poto disana*dasar narsis*. Abis gempor keliling museum, saya ga akan nolak kalau diajakin duduk manis nikmatin premier Opera atau pertunjukan balet di Zurich Opera House. Tenang sajah, kalau nonton seni beginian saya ga akan cerewet. I will keep silent, promise!  😉

5

Udah dari bersantai, saya juga ga masalah kalau diajak maen ke Bahnhofstrasse. Apalagi kalau ditraktir belanja di sana. Nggak papa koq, saya juga pengen beli souvenirs kan. Mau ngajak dinner romantis di sana juga boleh.. (talk to your hand, Nda..hehhe)

Suuuddd – ahhh mimpinya..

Tapi kalau beneran ada yang nawarin,saya bakal milih di Bulan Juni saat adanya Albanifest Winterthur, festival tahunan terbesar di Eropa. Banyak makanan dan seseruan di sana 🙂

Jadi, sudah siap ngajak saya ke sana?

 

 *Berita lengkapnya dapet dari sini.

**Foto-foto nyomot dari sini