Waktu dan Cinta

Kehilangan terbesar apa yang pernah kamu rasakan?

Apa dampaknya bagi kamu?

Saya pernah kehilangan orang yang sangat saya cintai.  Seseorang yang selalu membuat lingkaran penjagaan, dimanapun dan kapanpun. Dia menjaga saya dengan caranya, yang dulu saya tak mengerti.

Pernah suatu kali dia melarang saya untuk bertanding final Basket di malam hari. Alasannya, berbahaya anak perempuan pergi malam hari. Saya ngotot tetap pergi. Saya anggap dia kolot, tidak mengerti saya. Saya tetap pergi. Dengan segala kekhawatirannya, yang dulu saya tidak sadar, dia ikuti saya. Dia mengantar saya, menemani saya bertanding, dan memberi selamat ketika saya menang. Hari itu sudah larut ketika kami pulang, esok harinya pagi-pagi sekali dia harus pergi lagi. Mencari bekal buat saya, hingga saya bisa nyaman sampai saat ini.

Di kali lain, saya marah dengannya. Karena menuduh saya melakukan sesuatu hal yang bodoh. Memang benar saya melakukannya, tapi keegoisan saya membuat saya tak senang dituduh. Saya banting pintu, tidak mau makan barang sesuap dari pagi hingga malam menjelang. Saya mendengar ketukan demi ketukan di pintu kamar saya, meminta saya untuk keluar dan makan. Bergantian orang-orang di rumah mengetuk pintu, meminta saya, memohon untuk saya keluar. Saat itu saya marah sekali, hingga saya tak mendengar rasa khawatir dari mereka. Hingga ketukan terakhir, ada maaf yang keluar bersama tangis yang tertahan. Tak hanya pintu saya buka, hati pun saya buka lebar. Dia berdiri di sana. Sorot matanya menunjukkan rasa bersalah yang mendalam, tangan kirinya memegang piring dan tangan kanannya memegang sendok. “Makan ya..” ucapnya sambil menyodorkan piring dan sendok. Saya mengangguk, lalu menerimanya. Dia berlalu. Saya letakkan piring dan sendoknya, saya ikuti dia. Saya peluk dia erat. Sebelum sempat saya berkata, dia berucap ..”Maafkan ya..”

Ada kalanya dia marah dengan saya. Perkara tabiat saya yang buruk sering berkata keras, membuatnya marah bukan kepalang. Awalnya saya tidak mengerti, karena saya merasa biasa saja. Ternyata hati itu tak bisa dikira, saya salah berucap lalu dia marah. Dia hanya berkata “Saya tidak suka kamu begitu..”, dan saya terdiam. Bahkan tak sedikitpun saya berani bicara. Kepala saya sakit karena rasa bersalah. Dia tidak pernah marah sebelumnya, selama empat belas tahun hidup saya saat itu. Dan saya sangat sedih, bahwa saya pernah melampaui batas yang dia tak bisa tolerir. Rasa bersalah itu bahkan masih membekas, sampai saat ini.

Di saat lain ketika saya merasa cinta itu bisa didapatkan dari orang lain, lalu ada saat ketika saya merasa hancur. Putus cinta. Itu ungkapan saya dulu. Dia tak berkata apa-apa. Dia hanya menemani saya, selewat memijat kaki saya, lalu membiarkan saya melampiaskan sedih dengan berbelanja barang apa saja yang saya mau. Saya tak sadar saat itu, dia pun harus menguras pundi uangnya untuk menghapus lara saya hanya karena cinta semu.

Cinta semu itu juga yang membuat saya menyesal. Karena cinta semu itu telah mengurangi waktu pertemuan saya dengannya. Hanya dua hari dalam seminggu kami bisa bertemu, dan di dua hari itu saya ngotot untuk pergi menggapai cinta semu yang tentunya menghancurkan saya. Saya kesal, dia kesal. Sulit buat kami berkomunikasi apa mau kami masing-masing. Dan memang, dia selalu benar pada akhirnya. Bahwa saya yang benar-benar menyesal, membuang waktu saya yang ternyata memang sedikit dengannya. Tak sempat sadar bahwa kasihnya begitu besar pada saya.

Jumlah waktu jugalah yang memisahkan saya dengannya. Saya lupa bahwa setiap kita punya waktu yang sudah ditakar. Mereka yang sadar telah menjalani hidup dengan cinta. Seperti segala caranya yang selalu tercurah bersama cinta.

Di saat dia pergi, sampai kini, saya merasa tak punya pegangan. Tak ada yang ngotot melarang saya pergi di malam hari. Tak ada yang mengingatkan saya ketika saya melakukan hal bodoh. Tak ada yang memarahi ketika saya membuat kesalahan. Tak ada yang menenangkan saya di kala saya merasa hancur karena cinta semu. Tak ada yang melakukan itu dengan cara seperti dia. Saya merasa sangat kehilangan…

Sekarang saya mengerti, bahwa saya sangat membutuhkan dia. Sang penjaga saya.

Saya tahu dia sudah lama hilang, tapi izinkan saya menghidupkannya kembali, pun hanya di fikiran saya.

Bangunlah dan temani saya di sini…

***

Untuk mengingatkan saya, bahwa waktu yang dimiliki itu sangat sedikit. Nikmati setiap detiknya, jangan disia-siakan. Lakukan semuanya dengan cinta..

26 thoughts on “Waktu dan Cinta

  1. we don’t know what we got till we lose it

    makanya apapun yg terjadi wajib disyukuri dan dinikmati,bahkan sesuatu yg kita tidak suka ,bisa jadi saat kita kehilangan hal itu malah menjadi sesuatu yg dikangenin… it happens all the time.

    tulisan yg dari hati yg mendalam nih,terasa banget:D

  2. If you love someone, set them free.
    If they come back they’re yours;
    If they don’t they never were

    mm, maybe he’s just set u free, to see whether you will come back🙂

  3. @adam,,, Yup! pengalaman yg sama bikin lebih ngerti bacanya🙂

    @pilo,,, setuju!

    @yasmin,, syukur emang cara menjalani hidup kan ya

    @didot,,, Selalu bgitu, kalo kehilangan baru nyadar😀

    @feb,,,kali ini memang “dia” ga bisa kembali koq Feb. sudah nun jauh disana🙂 someday kita smua yg nyusul dia🙂

    @arman,,ho oh, mencintai org disekeliling kita juga penting😉

    @batari,, duh jangan sedih dunk..

  4. Kadang saat orang terkasih ada di samping kita, kita suka semena2,,, ketika sudah tiada baru terasa kehilangan. Manusiawi ya, saya juga sering begitu, semena-mena. Itu sebabnya sekarang ini saya berusaha agar bisa selalu dekat dan menunjukkan perhatian pada mereka yg saya sayang,

  5. @Mona,, ..mona..mona…

    @fisto,, eh, aku setuju. belajar dari pengalaman itu penting

    @zee,, Mbak Zee, emang manusiawi ya sifat begitu, skarang kita mau inget apa ga ya..

    @suzan,, setuju!

    @mit,, sama-sama mith.. eh, ini inget dalam hal positif kan ya? jangan sampe cuma bikin sedih gitu aja🙂

  6. and i lost my sunshine..😥
    ga ada lagi yang nanya keseharianku gmn
    ga ada lagi yang kasi pelukan ajaib seorang mama setiap anaknya sedih
    ga ada lagi yang sibuk menyiapkan masakan kesukaan anak2nya setiap anak2nya pulang

    manusia terpenting no.1 di hidupku -_-

  7. @anto,, ya deh yang vokalis, lirik lagu pokknya mah😉

    @elia,, memanfaatkan waktu sebelum hilang ya?

    @dedi,, sudah terlanjur. Maka jadikan pelajaran

    @diah,, hiks, kamu mah bikin nangis.. tapi percayalah itu yang terbaik buat dia Dee🙂

    @adi,, iya bener! kadang kita ga sadar sampe smuanya itu berlalu. Salam kenal juga🙂

  8. Ceritanya benar-benar menyentuh.
    Terkadang memang kita merasa apa yang kita pilih adalah hal yang terbaik buat kita, padahal sama sekali tidak. Sebenarnya ada orang disekitar kita yang lebih tahu yang terbaik untuk kita. Mereka tahu karena mereka mencintai kita. Tapi kita tidak menyadarinya.
    Dak ketika orang itu pergi, baru kita merasa kehilangan dan menyesali semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s